jenis-jenis kata
JENIS-JENIS KATA BAHASA INDONESIA
Disusun
Oleh Kelompok 8 :
NAMA
: SANGKUT
GUSTIAWAN
INDAH ROFIQOH
WENI RESTIA UTAMI
SITI HASANAH
KELAS
: XI.IPA3
BIDANG STUDY :
BAHASA INDONESIA

MADRASAH ALIYAH NEGERI I KEDONDONG
KEC. KEDONDONG KAB. PESAWARAN
TP. 2013/2014
![]() |
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kekuatan, kesehatan dan lain-lain, sehingga
Makalah bahasa Indonesia ini telah selesai disusun dengan pokok
pembahasan mengenai “Jenis-jenis Kata“ Makalah bahasa indonesia ini, disusun
untuk memenuhi kebutuhan siswa untuk menambah pengetahuan siswa tentang hal
yang berhubungan dengan bahasa indonesia.
Makalah ini disusun dengan menggunakan ragam bahasa sederhana. Agar isi,
maksud dan tujuan penyusunan makalah ini dapat dipahami dengan
mudah. Penyusun telah berusaha sekuat tenaga dan pikiran dalam menyusun
makalah ini. Namun demikian tentunya masih banyak kekurangan-kekurangannya.
Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak demi penyempurnaan isi makalah ini untuk masa yang akan datang.
Demikian makalah ini disusun dengan
harapan semoga bermanfaat bagi para pembacanya. Dan semoga allah SWT senantiasa
memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Ya
Rabbal ‘alamin.
Kedondong, April 2014
Penusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah .................................................................. 1
C.
Tujuan
.................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Jenis-Jenis Kata Bahasa Indonesia ........................................ 2
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan............................................................................. 9
B.
Saran ...................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 10
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bahasa terdiri atas beberapa tataran
gramatikal antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Kata merupakan tataran
terendah & kalimat merupakan tataran tertinggi. Ketika Anda menulis, kata
merupakan kunci utama dalam upaya membentuk tulisan. Oleh karena itu, sejumlah
kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, agar ide dan pesan
seseorang dapat mudah dimengerti. Dengan demikian, kata-kata yang digunakan
untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Kata
sebagai unsur bahasa, tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan
tetapi, kata-kata tersebut harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang
benar.
Menulis merupakan kegiatan yang mampu
menghasilkan ide-ide dalam bentuk tulisan secara terus-menerus & teratur
(produktif) serta mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan
(ekspresif). Oleh karena itu, ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan
grafologi, struktur bahasa, & kosa kata. Salah satu unsur penting dalam
mengarang adalah penguasaan kosa kata. Kosa kata merupakan bagian dari diksi.
Ketepatan diksi dalam suatu karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan
karena ketidaktepatan penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan
makna.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Jenis-Jenis Kata ?
C.
Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui Jenis-Jenis Kata Bahasa Indonesia
2. Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Jenis-Jenis Kata Bahasa
Indonesia
Adapun jenis-jenis kata bahasa Indonesia yang akan dijelaskan
dalam makalah ini yaitu menurut: 1) Moh. Syamsul Hidayat, dan 2) Masnur
Muslich, yang selanjutnya penulis akan menarik kesimpulan jenis-jenis kata
bahasa Indonesia menurut kedua pendapat tersebut.
1. Jenis Kata
Bahasa Indonesia Menurut Moh. Syamsul Hidayat
Dalam buku Inti
Sari Kata Bahasa Indonesia (2007), Moh. Syamsul Hidayat mengelompokan
kata ke dalam sepuluh golongan, yaitu:
a. Kata benda
Kata
benda adalah nama dari semua benda dan segala yang dibendakan. Kata benda menurut
wujudnya, dibagisebagai berikut.
- Kata
benda konkret (berwujud)
Adalah kata benda yang wujud
bendanya kelihatan, tampak dan dapat ditangkap oleh panca indra.
Contoh : meja, kursi, pensil, piring, dan
sebagainya.
- Kata
benda abstrak (tak berwujud)
Adalah kata benda yang wujud
bendanya tidak kelihatan, tidak tampak dan tidak dapat ditangkap oleh panca
indra.
Contoh : faham, watak, kelakuan, kesopanan, dan
sebagainya.
b. Kata bilangan
Kata
bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau jumlah kumpulan atau
urutan tempat dari nama-nama benda. Menurut sifatnya kata bilangan dapat
dibagi sebagai
berikut.
- Kata
bilangan utama (numeralia cardinalia)
Adalah kata bilangan yang menyatakan satuan
jumlah angka.
Contoh : satu,
dua, tiga, empat, seratus, seribu,dan sebagainya.
- Kata
bilangan tingkat (numeralia ordinalia)
Adalah kata bilangan yang menunjukan susunan
atau tingkatan
Contoh : pertama,
kedua, ketiga, kelima, kesepuluh, dan sebagainya.
- Kata
bilangan tak tentu
Adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah dari
sesuatu yang relatif dan satuan hitungnya tidak tentu.
Contoh : beberapa,
segala, semua, tiap-tiap dan sebagainya.
- Kata bantu bilangan
Adalah kata bilangan pelengkap, membantu suatu
bentuk satuan dari sesuatu objeknya.
Contoh : sehelai, secarik,
sepotong dan sebagainya.
c. Kata depan
Kata depan merupakan kata yang menghubungkan
kata benda dengan kata yang lain serta menentukan sekali sifat perhubungannya. Dan pada dasarnya
kata depan tersebut erat hubungannya dengan kedudukan, arah, maupun tujuan. Hal
ini dapat dilihat pada kata depan sejati.
- Kata depan sejati
Contoh : di, ke, dari.
- Kata depan majemuk
Contoh : di atas, ke sana, ke bawah,
dari mana, dan sebagainya.
- Kata depan yang lain
Contoh : bagi, pada, untuk, sebab,
serta, sampai, demi, dan sebagainya.
Kata
depan yang terpenting dalam bahasa Indonesia adalah yang berikut.
- Di,
ke, dari: ketiga macam kata depan ini dipergunakan
untuk merangkaikan kata–kata yang menyatakan tempat atau sesuatu
yang dianggap tempat. Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali
di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Contoh: di jakarta, di rumah, ke rumah, dari sawah,
dari sekolah, dan lain - lain.
- Bagi
kata–kata yang menyatakan orang, nama orang atau nama binatang, pada waktu atau
kiasan dipergunakan kata pada untuk
menggantikan di, atau kata–kata depan lain digabungkan dengan pada misanya:
daripada,
kepada.
a. pada
suatu
hari
pada bapak
b. pada
hari
sabtu
pada senin
c. pada
kami
kepada teman – teman
- Selain
dari pada itu ada kata–kata depan yang lain, baik berupa gabungan
maupun tunggal seperti: di mana, di sini, di situ, akan,oleh, dalam,
atas, demi, guna, buat, berkat, terhadap, antara, tentang, hingga, dan
lain – lain.
- Di samping itu ada
beberapa kata kerja yang dipakai pula sebagai kata depan, yaitu: menurut,
menghadap, mendapatkan, melalui, menuju, menjelang, sampai.
- Ada
beberapa kata depan, yang menduduki bermacam–macam fungsi yang istimewa. Oleh
sebab itu, perlu kita perhatikan secara istimewa, antara lain:
a. Akan.
Kata depan akan dapat menduduki beberapa fungsi, antara lain:
- Pengantar
objek.
Contoh:
Ia tidak tahu akan hal itu.
- Ku lupa akan semua
kejadian itu.
- Untuk
menyatakan future.
Contoh:
Saya akan pergi ke Surabaya.
- Kakek akan tiba hari
ini.
- Untuk
penguat atau penekan, dalam hal ini dapat berfungsi sebagai
penentu.
Contoh:
Akan hal itu perlu kita perundingkan kelak.
b. Kata ganti
Kata ganti adalah kata yang menggantikan kata
benda atau kata lain yang tidak disebut. Kata ganti menurut sifat
dan fungsinya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Kata Ganti Orang (Pronomina Personalia)
Adalah kata ganti yang berfungsi sebagai
pengganti orang yang telah disebut atau dikenal. Adapun jenis-jenis kata ganti
orang adalah sebagai berikut:
- Kata
ganti orang ke-I ( si pembicara )
a. Tunggal
: aku, saya, daku, hamba, beta.
b. Jamak:
kami, kita.
- Kata
ganti orang ke-II ( orang yang diajak bicara )
a. Tunggal
: engkau, kamu, Paduka, tuan, yang mulia, saudara, ibu, bapak dan
lain-lain.
b. Jamak
: kamu, kalian, kamu sekalian, anda sekalian.
- Kata
ganti orang ke-III (orang yang dibicarakan)
a. Tunggal
: dia, beliau, ia. Untuk orang yang sudah
meninggal: mendiang, almarhum atau almarhumah.
b. Jamak
: mereka.
2. Kata Ganti Empunya (Pronomina Possessiva)
Adalah
segala kata yang menggantikan kata ganti orang dalam kedudukan sebagai
pemilik: -ku, -mu, -nya, kami, kamu, mereka.
Dalam
fungsinya sebagai pemilik, kata-kata ini mengambil bentuk ringkas dan
dirangkaikan saja di belakang kata yang diterangkan disebut sebagai
bentuk enklitis. Contoh: Pensilku = pensil aku
Pensilmu
= pensil kamu
Apabila
bentuk ringkas itu dirangkaikan di depan sebuah kata, disebut proklitis. Contoh: kupinjam,
kau pinjam.
3. Kata Ganti Penunjuk (Pronomina Demonstrativa)
Adalah
kata yang menunjuk di mana terdapat sesuatu benda. Dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
a. Kata
ganti penunjuk dekat;
b. Contoh : ini, disini,
kemari, kesini.
c. Kata
ganti penunjuk jauh.
d. Contoh : itu, disitu,
kesana, kesitu.
4. Kata Ganti Penghubung (Pronomina Relativa)
Adalah kata ganti yang
mempunyai fungsi sebagai pengantar atau penghubung anak kalimat. Contoh : yang.
5. Kata Ganti Penanya (Pronomina Interrogativa)
Adalah
kata ganti
yang berfungsi untuk menanyakan benda, waktu, tempat, atau keadaan.
- Kata
ganti penanya benda.
Contoh : apa, siapa, mana, yang mana.
- Kata
ganti penanya waktu.
Contoh : bila, bilamana, apabila, kapan.
- Kata ganti penanya
tempat.
Contoh : dimana, kemana, darimana.
- Kata ganti penanya
keadaan.
Contoh : berapa, bagaimana, mengapa.
e. Kata keadaan (kata
sifat)
Kata keadaan atau kata sifat adalah kata yang
menerangkan tentang kata benda. Kata sifat adalah
kata keadaan yang lebih khusus karena erat hubungannya dengan benda yang
diterangkan.
Contoh :
1. Putih bersih, merah
padam, sunyi, gelap, hiruk pikuk, kacau balau, dan sebagainya
2. Terbagus, terbaik,
tertinggi, kecil, besar, keras, lunak, dan sebagainya
3. Pemberani, penakut,
dermawan, budiman, pemarah, dan sebagainya.
Kata
keadaan yang erat hubungannya dengan benda yang diterangkannya dan sifatnya
adalah abadi akan lebih digolongkan sebagai kata sifat.
Contoh
:
1. api panas, di sini panas adalah sifat yang
abadi dari pada api sehingga panas itu merupakan kata sifat.
2. es dingin, disini,
kata dingin adalah merupakan kata sifat.
f. Kata kerja
Kata
kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau perilaku. Berdasarkan
pelengkapnya, kata kerjaterbagi sebagai berikut.
1. Kata
kerja transitif
Adalah kata
kerja yang membutuhkan kehadiran objek dibelakangnya. Contoh :
Menyebabkan (men + sebab + -kan).
Kalimatnya: Serangan hama
tersebut menyebabkan kematian 100% pada varietas hibrida.
Kata kerja transitif dapat dibedakan (
terjadinya ) kedalam 7 bentuk kata kerja yaitu :
a. Kata kerja tak
berimbuhan
contoh : minta izin, makan roti, dan sebagainya
b. kata kerja berimbuhan,
berupa awalan me-
contoh : menangkap pencopet, menembak burung,
dan sebagainya
c. kata kerja berimbuhan
“me-kan
contoh : merapikan rambut, melepaskan tali, dan
sebagainya,
d. kata kerja berimbuhan
“memper-kan”;
contoh : memperebutkan kekuasaan, mempermainkan
bola,
e. kata kerja berimbuhan
“me-i”;
contoh : mengawasi pekerjaan, merestui
perkawinan,
f. kata kerja berimbuhan
“memper-i”;
contoh : memperbaiki sepeda, memperingati hari
kelahiran,
g. kata kerja berimbuhan
“memper-“;
contoh : memperdalam ilmu, mempertebal iman,
2. Kata
kerja intransitif
Adalah kata
kerja yang tidak membutuhkan kehadiran objek dibelakangnya.
Contoh: menangis (men + tangis).
Kalimatnya: Adik menangis di
kamarnya.
Kata kerja intransitif dapat dibedakan menjadi 2
macam, yaitu :
a. Kata kerja intransitif
yang berimbuhan;
contoh : Adik Menangis
Kakak menari
b. Kata kerja intransitif
yang kata kerjanya berbentuk kata kerja aus (tak berimbuhan).
contoh : Saya makan
Adik pergi
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Adapun jenis-jenis kata bahasa Indonesia yang akan
dijelaskan dalam makalah ini yaitu menurut: 1) Moh. Syamsul Hidayat, dan 2)
Masnur Muslich, yang selanjutnya penulis akan menarik kesimpulan jenis-jenis
kata bahasa Indonesia menurut kedua pendapat tersebut.
1.
Jenis Kata Bahasa Indonesia Menurut Moh. Syamsul
Hidayat Dalam buku Inti
Sari Kata Bahasa Indonesia (2007), Moh. Syamsul Hidayat mengelompokan
kata ke dalam sepuluh golongan
B.
Saran
Setelah
pembahasan makalah ini, diharapkan siswa pada khususnya dapat memahami jenis-jenis
kata dalam bahasa Indonesia. Dan dapat mengaplikasikanya dalam kehidupan
sehari-hari.
DAFTAR
PUSTAKA

Comments
Post a Comment