keliping penjas senam
KLIPING PENJAS
SENAM
Disusun
Oleh :
Nama : Elan marta atika
Kelas : XII IPS3
Pelajaran : Penjas
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PESAWARAN
KABUPATEN PEAWARAN
TP. 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji dan
syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kekuatan, kesehatan dan lain-lain, sehingga Kliping penjas ini
telah selesai disusun dengan pokok pembahasan mengenai “Senam“ Kliping penjas ini
disusun untuk memenuhi kebutuhan siswa untuk menambah pengetahuan siswa tentang
hal yang berhubungan dengan Senam.
Kliping ini disusun dengan menggunakan ragam bahasa sederhana. Agar isi,
maksud dan tujuan penyusunan Kliping ini dapat dipahami dengan mudah. Penyusun
telah berusaha sekuat tenaga dan pikiran dalam menyusun Kliping ini. Namun
demikian tentunya masih banyak kekurangan-kekurangannya. Untuk itu penyusun
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi
penyempurnaan isi Kliping ini untuk masa yang akan datang.
Demikian Kliping ini disusun dengan
harapan semoga bermanfaat bagi para pembacanya. Dan semoga allah SWT senantiasa
memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Amin Ya
Rabbal ‘alamin.
Kedondonng,
Januari 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ................................................................................ i
KATA
PENGANTAR .............................................................................. ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah .................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ............................................................. 1
C.
Tujuan ............................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Senam .............................................................. 2
B.
Sejarah
Senam .................................................................. 2
C.
Sejarah
Senam di Indonesia .............................................. 5
D.
Macam-macam
Senam ...................................................... 6
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ....................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
taBAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Di
dalam dunia Olah raga Senam merupakan cabang olahraga yang paling banyak
menggunakan unsur – unsur gerak. Senam sendiri merupakan aktivitas fisik yang
dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan cabang
olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga lain pada umumnya yang
mengukur hasil aktivitasnya pada objek tertentu, Senam mengacu pada bentuk
gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu serta koordinasi dari setiap
bagian anggot tubuh dari komponen – komponen kemampuan motorik seperti :
kekuatan, kecepatan, keseimbangan, dan kelentukan. Dengan koordinasi yang
sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak
artistik yang menarik.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian senam?
2. Bagaimana sejarah senam?
3. Bagaimana sejarah senam di
Indonesia?
4. Apa macam – macam senam?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian senam.
2. Untuk mengetahui sejarah senam.
3. Untuk mengetahui sejarah senam di
Indonesia.
4. Untuk mengetahui macam – macam
senam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Senam

Sebelum
kita mengetahui pengertian senam, sebaiknya kita harus mengetahui ciri – ciri
senam telebih dahulu, antara lain:
1. Gerakan – gerakannya selalu dibuat
atau diciptakan dengan sengaja.
2. Gerakan – gerakannya harus selalu
berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki
sikap dan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh)
3. Gerakannya harus selalu tersusun dan
sistematis.
Berdasarkan ciri – ciri diatas,
batasan senam adalah aktivitas fisik atau latihan tubuh yang dipilih dan
diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis sesuai dengan tata
urutan gerak dengan tujuan membentuk rangkaian gerak artistik yang menarik dan
mengembangkan pribadi secara harmonis.
B.
Sejarah Senam
Senam
pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno. Senam berasal dari kata
Gymnastics, Gymnas berarti telanjang, sebab pada waktu itu orang – orang
berlatih tanpa pakaian. Sedangkan Gymnasium adalah suatu tempat yang
dipergunakan untuk mengadakan latihan senam. Pada zaman itu Gymnastik dilakukan
dalam rangka upacara – upacara kepercayaan yaitu guna menyembah dewa Zeus.
Pada
awal permulaan abad ke – 20, senam telah menjadi rencana pendidikan di sekolah
– sekolah Amerika. Hal ini berkat usaha dari Dr.J.F. Williams, Dr.Dubly sorgen
dan Thomas D.Wood. Frederik Jahn adalah bapak Gymnastik, dia memkombinasikan
latihan – latihan gimnastik dengan pertunjukan – pertunjukan patriotik. Dia
juga menemukan beberapa peralatan senam, diantaranya adalah palang horizontal,
palang sejajar, kuda – kuda melintang, dan bak lompat.
Senam
di negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada waktu
itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah
“senam” sendiri kemungkinan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai
pengganti kata sport. Sejarah perkembangan senam dimulai sejak zaman kuno,
sebelum Masehi, baik di dunia barat, di dunia timur atau timur tengah.
Materinya dibagi dalam empr bagian yang masing – masing merupakan satunera
dengan cirinya masing – masing : yaitu zaman kuno, zaman abad pertengahan dan
permulaan zaman modern, zaman modern di eropa dan bagian akhir adalah senam di
abad ke Duapuluh.
Pengetahuan
tentang sejarah terkadang membosankan bila kita hanya melihat dongengnya saja.
Tapi apabila anda perhatikan dengan seksama, maka di dalamnya penuh dengan buah
pikiran, kejadian, situasi, sifat, tingkah laku, yang indah, yang jahat, yang
bermanfaat dan sebagainya, yang semuanya akan menambah wawasan pribadi anda
yang tentu akan sangat berguna bagi anda sebagai individu maupun sebagai
anggota masyarakat. Dengan memahami sejarah senam sejak zaman kuno sampai
sekarang, anda akan menghargai karya dan buah pikiran orang lain sebelum anda
dan banyak di antaranya yang dapat anda jadikan contoh suri tauladan dalam
menjalankan tugas anda sehari – hari baik sebagai pendidik ataupun sebagai
siswa.
1. Senam pada zaman kuno
Sejarah
perkembangan senam erat sekali hubungannya dengan perkembangan pendidikan
jasmani dan pendidikan pada umunya. Sejak dadulu, para ahli filsafat percaya
bahwa tingkat kesegaran jasmani masyarakat (istilah sekarang) menurun maka
tingkat pendidikannya juga akan menurun. Bila hal ini terjadi, maka para
pendidik harus mengarahkan perhatiannya pada faktor peningkatan kesegaran jasmani
nasional. Kenyataan yang berusaha memasukkan
senam dan pendidikan jasmani ke dalam kurikulum sekolah adalah para ahli
filsafat dan pemimpin masyarakat. Dewasa ini orang percaya bahwa pendidikan
jasmani merupakan aspek penting dari program pendidikan umum. Sejarah
perkembangan senam dan pendidikan jasmani pada umumnya merupakan evolusi yang
dipengaruhi oleh tuntutan dan keadaan negara, pemerintah, kota, lembaga –
lembaga maupun kelompok dan individu / perorangan.
2. Mesir 2000 s.M
Para ahli
berpendapat bahwa berdasarkan penemuan – penemuan pada peninggalan bangsa mesir
kuno yang terdapat dalam piramida – piramida, senam telah menjadi kebudayaan
penduduk. Dalam hal ini dapat dilihat pada tulisan – tulisan, gambar – gambar,
relief dan mosaics. Bangsa mesir menggemari perlombaan senam, latihannya banyak
berbentuk senam lantai seperti tubling. Ada pula latihan berbentuk yoga.
3. Yunani Kuno. 1000 – 800 s.M
Orang
yunani saat itu membentuk tujuan pendidikannya ialah keutamaan individu. Ini
dapat dicapai dengan mengembangkan motto “men of action dan Men of Wisdom”
orang terampil (yang sehat dan kuat) dan orang yang bijaksana. Prinsip ini
dimasukkan ke dalam program pendidikan jasmani yang tujuannya membentuk
prajurit. Maksudnya untuk mengatasi situasi yang memaksa. Yunani memusatkan
latihannya kepada keterampilan dan kualitas keprajuritan. Mereka menyukai
pertandingan beregu maupun perorangan yang secara langsung terasa pengaruhnya
hingga sekarang. Mereka telah juga memberi kepada pendidikan jasmani dengan
menambah sportifitas, menyukai olahraga dan perjuangan. Senam pada masa itu
bersifat informal dan sebagian besar kegiatan tersebut berhubungan erat dengan
upacara keagamaan. Cerita tentang llliad dan Odyssey menunjukkan bahwa hanya
orang, yang turut serta dalam olahraga semacam itu.
C.
Sejarah Senam di Indonesia
Senam berasal dari bahasa Inggris disebut “Gymnastic” yang
berasal dari kata “gymnos” melakukan latihan senam di ruangan khusus yang
disebut “Gymnasium” atau “Gymnasion”. Tujuannya adalah untuk mendapatkan
kekuatan dan keindahan jasmani. Cara melakukannya sambil berpakaian minim atau
telanjang. Maksudnya mungkin agar dapat leluasa bergerak. Namun yang melakukan
senam ini hanya kaum pria.
Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman
penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan
“Tasio”. Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinan bersamaan dengan
pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport. Senam sejak Yunani kuno
sampai sekarang ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring
dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan itu
terlihat dalam bentuk – bentuk gerakan, sistematika latihan maupun tujuan –
tujuannya.
Apakah senam itu? Untuk menjawab pertanyaan demikian
alangkah baiknya diberi jawaban dengan mengemukakan batasan. Namun itu tidaklah
mudah hal ini disebabkan ruang lingkup senam sekarang demikian luasnya. Batasan
itu perlu untuk membedakan senam dengan cabang olahraga lainnya: untuk itu
perlu dikemukakan dulu apa ciri – ciri dan kaidah – kaidah itu. Ciri dan kaidah
senam ialah:
1. Bahwa gerakan latihannya selalu
dapat direncanakan, dipilih dan siapkan oleh guru, pelatih bahkan pelaku
sendiri.
2. Bahwa gerakan latihan terpilih itu
disusun secara sistematis (merupakan suatu kebulatan latihan).
3. Penyusunan pemilihan gerakan itu
harus sesuai dengan prinsip – prinsip tertentu sesuai dengan tujuan atau
kebutuhan si pelaku.
Dengan melihat
ciri – ciri dan kaidah – kaidah tersebut, maka batasan mengenai senam dapat
dirumukan sebagai berikut : “Senam adalah latihan / olagraga yang bentuk –
bentuk gerakannya dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip –
prinsip tertentu sesuai dengan kebutuhan atau tujuan si penyusun”.
Dari
batasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang, guru atau pelatih
olahraga dapat menentukan tujuan, memilih dan menyusun latihannya sendiri
sesuai dengan kebutuhan atau tujuan untuk apa. Mungkin untuk memelihara
kesegaran jasmani, menambah keterampilan, keindahan bentuk dan lain–lain
D.
Macam – macam Senam
1. Senam Lantai

Senam
lantai pada umumnya disebut floor
exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai adalah
latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur – unsur gerakannya terdiri dari
mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan, atau
kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat meloncat ke depan atau
belakang. Jenis senam ini juga disebut latihan bebas karena pada waktu
melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus. Bila
pesenam membawa alat berupa bola, pita, atau alat lain, itu hanyalah alat untuk
meningkatkan fungsi gerakan kelentukan, pelemasan, kekuatan, ketrampilan, dan
keseimbangan.
Senam
lantai dilakukan di atas area seluas 12x12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m
untuk keamanan pesenam. Rangkaian gerakan senam harus dimulai dari komposisi
gerakan ketangkasan, keseimbangan, keluwesan,dll. Pesenam pria tampil dalam
waktu 70 detik dan wanita tampil diiringi music dalam waktu 90 detik. Gerakan –
gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis
sekurang – kurangnya 2 detik. Gerakan – gerakan salto harus dikerjakan setinngi
bahu.
Macam –
macam bentuk gerakan senam lantai antara lain :
§ Guling ke depan
§ Guling ke belakang
§ Lompat harimau
§ Keseimbangan kepala
§ Keseimbangan tangan
§ Handspring
§ Back handspring
§ Meroda
§ Stut
§ Round off
§ Kep
§ Neck kip
§ Head kip
§ Kayang
§ Sikap lilin
§ Sikap kayang
§ Salto
2. Senam Artistik

Lahirnya
senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I
di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu
cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi
yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal
14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa
dari tokokh – tokoh olahraga se – Indonesia yang menangani dan mempunyai
keahlian pada cabang olagraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh –
tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sumatera Utara.
Peralatan
Senam Artistik (ukuran alat)
a. Untuk putra ada 6 alat
§ Floor exercise (lantai) : ukuran
12x12 m
§ Pommel horse (kuda – kuda pelana) :
panjang 1.60 m dan tinngi 1.10 m
§ Parallelbar (palang sejajar) :
panjang 3.50 m, jarak 0.48 s/d 0.52 m, tinngi 1.75 m.
§ Rings (gelang - gelang) : tinggi
2.55 m dan jarak 0.50 m.
§ Horse vault (kuda – kuda lompat) :
panjang 1.60 m dan tinggi 1.35 m.
§ Horizontal bar (palang tunggal) :
panjang 2.40 m dan tinggi 2.25 m.
b. Untuk putri ada 4 alat
§ Horse vault (kuda – kuda lompat) :
panjang 1.60 dan tinggi 1.20 m
§ Univen bars (palang bertingkat) :
panjang, 2.40 m, tinggi palang bawah 1.50 m, tinggi palang atas 2.30 m
§ Balance beam (balok keseimbangan) :
panjang 5.00 m dan tinggi 1.20 m.
§ Floor exersice (lantai) : ukuran
12x12 m
3. Peraturan Umum Senam Artistik
a. Kejuaraan Beregu (kompetisi I)
§ Setiap regu terdiri dari 6 pesenam
putra / putri
§ Terdiri dari rangkaian wajib dan
rangkaian pilihan, pada putra 6 alat, putri 4 alat.
§ Juara beregu (kompetisi I)adalah
regu dengan jumlah nilai terbanyak dari jumlah 5 pesenam terbaik pada masing –
masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
§ Nilai maksimum untuk putra adalah :
12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan ), 60 nomor pertandingan x
50 = 300 (pilihan)
§ Nilai maksimum untuk putri adalah :
8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan), 4 nomor pertandingan x 50
= 200 (pilihan)
b. Kejuaraan perorangan serba bisa (
kompetisi II )
§ Peserta finalis diambil dari 36
pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 dari jumlah peserta.
§ Dibatasi 3 pesenam dari tiap Negara
/ daerah
§ Hanya melakukan rangkaian pilihan
untuk putra 6 alat dan putri 4 alat
§ Juara perorangan serba bisa
(kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata –
rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II
pada seluruh alat.
§ Nilai maksimum untuk putra = 120
§ Nilai maksimum untuk putri = 80
c. Kejuaraan perorangan per alat
(kompetisi III)
§ Peserta finalis diambil dari dari 8
pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut
§ Dibatasi 2 pesenam dari tiap
Negara/daerah dan hanya 3 alat yang boleh diikuti oleh seorang pesenam
§ Hanya melakukan rangkaian pilihan
untuk putra 6 alat dan putri 4 alat
§ Juara perorangan per alat (kompetisi
III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata – rata pada
kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada masing
– masing alat.
§ Nilai maksimum putri = 20
4. Senam Aerobik / irama

Aerobik
adalah suatu cara latihan untuk memperoleh oksigen sebanyak - banyaknya. Senam
Aerobik adalah olahraga untuk peningkatan kesegaran jasmani bukan olahraga
prestasi, akan tetapi olahraga preventif yang dapat dilakukan secara masal.
Pembagian
senam Aerobik menurut cara melakukan dan musik pengiring, yaitu:
a. High
impact aerobics
(senam aerobik aliran gerakan keras)
b. Low
impact aerobics (senam
aerobik aliran gerakan ringan)
c. Discorobic
(kombinasi antara gerakan – gerakan
aerobik aliran keras dan ringan disko)
d. Rockrobic
(kombinasi gerakan – gerakan aerobik
dan ringan serta gerakan – gerakan rock n’ roll)
e. Aerobic
sport (kombinasi
gerakan – gerakan keras dan ringan serta gerakan – gerakan kalestetik /
kelentukan)
Tahap – tahap melakukan senam
aerobik adalah sebagai berikut :
a. Pemanasan selama 10 menit
b. Latihan inti selama 15 – 20 menit
c. Pendinginan /pelemasan selam 5 menit
5. Senam Sibuyung

Senam
yang gerakannya menirukan suatu benda yang dapat bergerak atau gerakan hewan
yang bergerak (gerakan fantasi). Senam ini dipergunakan untuk siswa SD yang
berumur sekitar 7 – 9 tahun ( kelas 1–3 SD ).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Senam adalah latihan jasmani / olahraga yang bentuk –
bentuk gerakannya dipilih dan disusun secara sistematis berdasarkan prinsip –
prinsip tertentu sesuai dengan kebutuhan atau tujuan si penyusun. Senam pertama
kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno. Senam berasal dari kata Gymnstics,
Gymnas berarti telanjang. Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman
penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan
“Tasio”. Macam – macam senam dibagi menjadi 4, yaitu senam lantai, senam
artistic, senam aerobic/irama, senam sibuyung.
DAFTAR
PUSTAKA
![]() |

Comments
Post a Comment