makalah pencemaran pantai dan laut


PENCEMARAN PANTAI DAN LAUT
(TUGAS MAKALAH)


Disusun Oleh Kelompok 1 :
Nama                        : M. Riyan Hidayat
Doni. Rianto
Adi Priantama
Indo Saputra. H
Hidayat Tullah

Kelas                        : XI.IPS1
Bidang Study           : Geografi



MADRASAH ALIYAH NEGERI I KEDONDONG
KEC. KEDONDONG KAB. PESAWARAN
TP. 2013/2014



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Pencemran Laut dan Pantai” dengan lancar.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang telah membntu demi tersusunnya makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih


Kedondong, 26 Januari 2014
Penyusun













MOTTO

 “Banyak orang yang pintar, tapi sedikit orang yang mendapat kesempatan”





























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .....................................................................................  i
KATA PENGANTAR ..................................................................................  ii
MOTTO ..........................................................................................................  iii
DAFTAR ISI .................................................................................................  iv

BAB I        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang ...................................................................... 1
B.       Rumusan Masalah .................................................................. 2
C.       Tujuan .................................................................................... 2
D.      Kegunaan ............................................................................... 2
E.       Ruang Lingkup ...................................................................... 2


BAB II       PEMBAHASAN
A.      Kerusakan Pantai dan Laut ................................................... 3
B.       Cara Mengatasi Kerusakan Pantai dan Laut ......................... 4
C.       Dampak Kerusakan Laut ....................................................... 4
D.      Cara Mencegah Kerusakan Laut ........................................... 4
  
BAB III     PENUTUP
A.      Kesimpulan............................................................................. 8
B.       Saran ...................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 9




BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
          Tingkat kerusakan laut Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Bila tidak ada upaya serius pemerintah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, kerusakan ekosistem laut Indonesia bisa sampai pada titik tidak terpulihkan. Hal tersebut dapat terlihat dalam film dokumenter berjudul Fish Wars yang diputar di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta, baru-baru ini. Film yang diproduksi National Geographic tersebut sebagai bentuk persahabatan Indonesia dengan AS. Maka dari itu, AS merasa berkepentingan mendampingi Indonesia untuk menjaga kelestarian sumber daya laut.
          Dan kita akan melakukan diskusi panel, tentang pengembangan penangkapan ikan berkelanjutan. Dan, apa artinya bagi ketersediaan pangan di Indonesia," kata Wakil Duta Besar AS Ted Osius. Sejumlah pihak di Indonesia terutama lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli pada kelestarian lingkungan telah mengamati tingkat kerusakan laut di Indonesia. Mereka berpendapat sama bahwa ekosistem laut Indonesia telah sampai pada titik mengkhawatirkan. Kerja sama semua pihak terkait hal tersebut tentu sangat diharapkan.
            Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan panjang garis pantai lebih dari 95.000 km dan juga memiliki lebih dari 17.504 pulau. Keadaan tersebut menjadikan Indonesia termasuk kedalam Negara yang memiliki kekayaan sumberdaya perairan yang tinggi dengan sumberdaya hayati perairan yang sangat beranekaragam. Keanekaragaman sumberdaya perairan Indonesia meliputi sumberdaya ikan maupun sumberdaya terumbu karang. Terumbu karang yang dimiliki Indonesia luasnya sekitar 7000 km2 dan memiliki lebih dari 480 jenis karang yang telah berhasil dideskripsikan. Luasnya daerah karang yang ada menjadikan Indonesia sebagai Negara yang memiliki kenekaragaman ikan yang tinggi khususnya ikan-ikan karang yaitu lebih dari1.650 jenis spesie ikan (Burke et al, 2002 dalam Zainarlan, 2007).

B.            Rumusan Masalah
1.    Apa yang menyebabkan terjadi keruskan panti dan laut ?
2.    Bagaimana cara mengatasi atau menanggulangi kerusakan pantai dan laut?
3.    Dimana letak kerusakan pantai dan laut ?
4.    Mengapa kerusakan laut dan pantai itu terjadi ?

C.           Tujuan
1.    Untuk mengetahui definisi kerusakan pantai dan laut
2.    Untuk mengetahui penyebab kerusakan pantai dan laut
3.    Untuk mengetahui cara menanggulanginya

D.           Kegunaan
1.    Tentanan kerusakan pantai dan laut
2.    Memenuhi tugas geografi
3.    Cara mengantisipasi kerusakan pantai dan laut

E.            Ruang Lingkup
Kerusakan pantai dan laut













BAB II
PEMBAHASAN

A.           Kerusakan Pantai dan Laut
          Seperti yang telah kita ketahui bersama, negara kita yaitu Indonesia, menurut koreksi PBB tahun 2008, Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang keempat di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Kanada dan Rusia. Panjang garis pantai Indonesia tercatat sebesar 95.181 km. Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut. 
          Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara. Garis pantai adalah batas pertemuan antara bagian laut dan daratan pada saat terjadi air laut pasang tertinggi. Garis laut dapat berubah karena adanya abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh hantaman gelombang laut yang menyebabkan berkurangnya areal daratan. Ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan dalam mengamankan garis pantai seperti pemecah gelombang dan pengembangan vegetasi di pantai. 
          Untuk mengatasi abrasi/penggerusan garis pantai dari gelombang/ombak dapat digunakan pemecah gelombang yang berfungsi untuk memantulkan kembali energi gelombang. Berbagai cara yang ditempuh untuk memecahkan gelombang diantaranya dengan menggunakan tumpukan tetrapod yang terbuat dari beton pada jarak tertentu dari garis pantai. Hutan bakau dapat membantu mengatasi gelombang serta sekaligus bermanfaat untuk kehidupan binatang serta tempat berkembang biak ikan-ikan tertentu. Hutan bakau disebagian besar pantai Utara sudah hilang karena ulah manusia, yang pada gilirannya akan menggerus pantai. Terumbu karang juga merupakan pemecah gelombang alami, sehingga sangat perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan dalam mempertahankan garis pantai. 
            Indonesia juga merupakan negara kepulauan. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar karena mempunya 18.000 lebih pulau, dengan begitu Indonesia mempunyai banyak pantai dan laut. Luas laut kedaulatan 3,1 juta km2 dan luas laut ZEE (Zona Ekonomi Exclusive) sebesar 2,7 jt km2

B.            Cara Mengatasi Kerusakan Pantai dan Laut
Adapun cara-cara untuk mengatasi kerusakan di laut, adalah sebagai berikut:
1.    Menanam pohon mangrove, yang berfungsi sebagai penahan agar tidak terjadinya abrasi dan juga sebagai tempat berkembang biaknya ikan.
2.    In-situ burning, yaitu pembakaran minyak pada permukaan laut, sehingga kesulitan pemompaan minyak dari permukaan laut menjadi lebih mudah.
3.    Bioremediasi, yaitu proses pendaur ulangan seluruh material organik.
4.    Washing oil, yaitu membersihkan laut dari minyak yang tumpah.
5.    Mengembang-biakkan terumbu karang agar semakin banyak terumbu karang, dengan begitu keadaan bawah laut akan menjadi indah kembali.

C.           Dampak Kerusakan Laut
Berbagai dampak akibat kerusakan di lautan antara lain: 
1.    Pertumbuhan fitoplangkton laut akan terhambat, terutama karena keberadaan senyawa bercaun dari komponen minyak bumi, jika jumlah fitonplangkton menurun, maka populasi ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya akan menurun.
2.    Padahal keberadaan biota laut, terutama ikan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein penduduk.
3.    Terjadi penurunan populasi alga dan protozoa.
4.    Biota laut terutama beragam jenis ikan akan mengalami keracunan Kerusakan biologis dilaut.
5.    Perubahan estetika di laut.
6.    Turunnya tingkat pendapatan nelayan.

D.           Cara Mencegah Kerusakan Laut
          Ada beberapa cara untuk mencegah kerusakan laut salah satunya dengan cara konsevasi laut dan terumbu karang.
1.    Konservasi laut
Sebagai dampak manusia pada peningkatan lingkungan laut, konservasi kelautan adalah bidang yang berkembang. Konservasi laut adalah perlindungan spesies laut dan ekosistem di laut dan di laut di seluruh dunia. Ini melibatkan perlindungan dan pemulihan spesies, populasi dan habitat dan aktivitas manusia seperti penangkapan ikan yang berlebihan mengurangi, perusakan habitat, polusi, penangkapan ikan paus dan isu-isu lain yang efek kehidupan laut dan habitat.
a.    Konservasi Laut Teknik
Pekerjaan konservasi laut dapat dilakukan dengan menegakkan dan menciptakan hukum, seperti Endangered Species Act dan Kelautan Undang-Undang Perlindungan Mamalia. Hal ini juga dapat dilakukan dengan membangun area perlindungan laut, mempelajari populasi melalui melakukan penilaian saham dan mengurangi aktivitas manusia dengan tujuan memulihkan populasi.
b.    Isu Konservasi Laut
Isu-isu saat ini dan muncul dalam konservasi laut meliputi:
1.    Pengasaman laut
2.    Mengurangi bycatch dalam perikanan laut dan keterlibatan dalam peralatan memancing
3.    Membangun area perlindungan laut
4.    mengatur perburuan paus
5.    Melindungi terumbu karang melalui mempelajari masalah pemutihan karang
6.    Mengatasi masalah seluruh dunia spesies invasive
7.    Berurusan dengan masalah finning hiu

2.    Terumbu karang
a.    Pengertian terumbu karang
Terumbu karang adalah salah satu komponen utama sumber daya pada laut pesisir dan laut utama. Selain itu, terumbu karang juga merupakan kumpulan fauna laut yang menyatu dan membentuk sebuah terumbu. Sementara kondisi strukturnya mayoritas terdiri atas kalsium dan juga karbon. Berbagai jenis mikroorganisme yang hidup dan melayang pada kolom perairan laut adalah penghidupannya. Bahkan kita juga mendengar bahwa keberadaan struktur hidup terumbu karang adalah yang terbesar bahkan tertua di jagat dunia ini. Butuh jutaan tahun untuk mengkondisikan terumbu karang seperti saat ini. Peranan strategis terumbu karang bagi spesies makhluk hidup di laut adalah seperti rumah. Jika kemudian rumahnya saja tidak dirawat bahkan dimusnahkan, bersiaplah akan datangnya kepunahan makhluk hidup di dalamnya. Dalam skala yang lebih meluas, maka keseimbangan akan terganggu dan ini adalah bencana dunia.
b.    Fungsi terumbu karang
Ada beberapa fungsi penting keberadaan terumbu karang dalam menjaga menyeimbangkan kondisi di lautan. Ada pun fungsi yang dimaksud adalah:
1.    Pelindung Ekosistem di Pantai
Pada fungsi ini, terumbu karang berguna menahan dan memecah energi dari gelombang sehingga mampu mencegah terjadinya abrasi air laut yang bisa mengakibatkan kerusakan di sekelilingnya.
2.    Penghasil Oksigen
Terumbu karang juga mempunyai kegunaan dalam hal memproduksi sumber oksigen. Tidak berlebihan jika kemudian terumbu karang disebut-sebut sebagai habitat yang sangat nyaman bagi ragam biota di lautan.
3.    Tempat Berlindung
Terumbu karang adalah hunian hewan dan tanaman laut berkumpul mencari makanan, berkembang biak dan membesarkan anaknya. Intinya terumbu karang adalah tempat berlindung biota laut. Jika terumbu karang terawat, manusia bisa menikmati besarnya potensial perikanan yang didapat sebagai makanan keseharian bahkan mata pencaharian. Bahkan dikatakan, kondisi terumbu karang sehat mampu menghasilkan sebanyak 25 ton ikan pada setiap tahunnya. Selain itu, fungsi terumbu karang bisa juga menjadi objek wisata yang menarik karena ragam warna-warninya yang memukau, serta kandungan kimia pada terumbu karang bisa berfungsi sebagai obat-obatan.
3.    Kerusakan terumbu karang
Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya teknologi yang mengakibatkan tingginya permintaan pada produksi laut, maka hal ini pelan-pelan merusak terumbu karang lebih dan merusak lautan. Padahal sejak dahulu manusia yang hidup di pesisir pantai, merasakan hubungan harmonis antara laut dan manusia. Jika kondisinya sudah rusak, maka penyebab utamanya adalah ulah manusia itu sendiri. Adapun kegiatan yang bisa merusak terumbu karang adalah sebagai berikut:
a.    Kegiatan tangkap hasil laut berlebih (over-exploitation).
b.    Penggunaan teknologi perusak; potassium cyanide, bom ikan, dan sebagainya.
c.    Erosi dari daratan.
d.   Polusi kegiatan industri.
e.    Tidak tertatanya pertambangan di laut.

Tentu ini adalah tanggung jawab bersama yang dimotori oleh pemerintah. Sebab utama atau akar permasalahan dari timbulnya perusakan ini tak lain adalah seputar kondisi penduduk yang miskin, pemahaman minim akan tingkat konsumsi berlebihan bagi keseimbangan sumber daya alam, lembaga dan penegakan hukum yang tidak maksimal, dan rendahnya wawasan ekosistem. Hal lainya adalah gagalnya pemerintah dalam menangani sistem perekonomian dan pengambilan kebijakan dalam hal pemeliharaan ekosistem bagi kelangsungan laut yang tidak rusak.








BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Adapun cara-cara untuk mengatasi kerusakan di laut, adalah sebagai berikut:
1.    Menanam pohon mangrove, yang berfungsi sebagai penahan agar tidak terjadinya abrasi dan juga sebagai tempat berkembang biaknya ikan.
2.    In-situ burning, yaitu pembakaran minyak pada permukaan laut, sehingga kesulitan pemompaan minyak dari permukaan laut menjadi lebih mudah.
3.    Bioremediasi, yaitu proses pendaur ulangan seluruh material organik.
4.    Washing oil, yaitu membersihkan laut dari minyak yang tumpah.
5.    Mengembang-biakkan terumbu karang agar semakin banyak terumbu karang, dengan begitu keadaan bawah laut akan menjadi indah kembali.

B.            Saran
1.    Dari makalah yang dibahas, dapat diketahui bahwa pencemaran laut mempunyai dampak buruk yang begitu akan keberlangsungan kehidupan biota-biota di laut. Oleh karena itu, penyusun  menyarankan :
2.    Selalu peduli kan lingkungan sekitar, terlebih daerah-daerah di sekitar laut.
3.    Menjaga kebersihan sungai terutama sungai yang bermuara ke laut
4.    Menggalakkan program peduli laut sebagai ajang untuk membuat laut menjadi bersih dan dapat dinikmati









DFTRA PUSTAKA




Comments

Popular posts from this blog

makalah dasar-dasar komputer

kliping tentang renang

Analisis cerpen juru masak karya damhuri muhammad