makalah pendapatan nasional lengkap
MAKALAH
PENDAPATAN NASIONAL
Disusun Oleh Kelompok
3:
Nama : Deni Anto
Indriyani
Siti Fatimah
Siti Hartati
Yoga Prasetyo
Kelas : XI IPS2
Pelajaran : Ekonomi

SMA N 1 KEDONDONG
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah banyak memberi kita nikmat selama ini juga
sholawat beserta salam tak lupa pula kami haturkan kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW yang telah banyak memberikan sauri teladan yag baik untuk
kehidupan kita seraya mengucapkan Allahumma salli ala saiyidina muhammad wa ala
alihi siyidina muhammad.
Alhamdulillah
makalah yang berjudul Pendapatan Nasional yang ditugaskan kepada kelompok kami
akhirnya dapat diselesaikan juga. Makalah kami ini sedikit banyak mengambarkan
apa itu pendapatan nasional dan juga bagaimana sih pengelolaan pendapatan
nasional itu. Semoga makalah ini bisa menjawab mengenai sedikit banyaknya
tentang pendapatan nasional itu.
Kami
menyadari makalah kami masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kritik dan
saran dari segala pihak sangat kami butuhkan demi untuk menyempurnakan karya
tulis ini. Akhirnya atas segala perhatian kami mengucapkan terima kasih.
Kedondong,
22 Oktober 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan .................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep
Pendapatan Nasional
................................................ 2
B.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional ........................... 4
C.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Dua Sektor ................. 5
D.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Tiga Sektor ................. 6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA
.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pendapatan nasional merupakan tolak
ukur berhasil atau tidaknya suatu Negara meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Pendapatan nasional adalah proses kenaikan kapasitas mendapatkan upah, laba
atau gaji dari suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan
pendapatan Suatu Negara tersebut. Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai
tolak ukur penilaian Pendapatan Nasional dan Pertumbuhan ekonomi nasional sudah
terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh
ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan
sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut.
Oleh
karena itu mempelajari pendapatan nasional adalah hal yang sangat penting bagi
kita semua, karena para ekonom dan politisi dari semua negara, baik
negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis
maupun campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan
ekonomi (economic growth).
B.
Rumusan
Masalah
1.
Konsep Pendapatan Nasional
2.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
3.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Dua Sektor
4.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Tiga Sektor
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah selain untuk
memenuhi tugas dari sekolah mata pelajaran Ekonomi juga sebagai tambahan
referensi dan wacana bagi teman-teman yang ingin mencari informasi tambahan
mengenai materi pendapatan ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep Pendapatan Nasional
Pada bagian ekonomi
makro, diawali dengan pembahasan mengenai pengukuran pendapatan nasional.
Pendapatan nasional menjadi focus bahasan utama karena sampai dengan saat ini
masih diyakini sebagai penyangga dalam membuat kebijakan ekonomi suatu negara.
Interpretasi dari pendapatan nasional inipun sangat bervariatif; produk
nasional kotor (gross national product) dan produk domestik kotor (gross
domestic product) Namun secara filosofis ketiganya sangatlah berbeda.
Produk nasional kotor (gross
national product-GNP), adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan
satuan uang. Perhitungan produk nasional kotor dengan menjumlahkan semua nilai
barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut ditambah
dengan penduduk negara tersebut yang berada di luar negeri (misalnya, untuk
kasus di Indonesia, apa yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia yang berada
dalam wilayah Indonesia ditambah dengan apa yang dihasilkan oleh warga negara
Indonesia yang bekerja di luar negeri).
Produk domestik kotor (gross
domestic product-GDP), adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari
warga negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di
negara yang bersangkutan. Dengan demikian penggunaan
istilah pendapatan nasional adalah mewakili arti produk domestik kotor atau
produk domestik kotor. Pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan
faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dalam
suatu tahun tertentu.
1.
PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik
Product)
Produk Domestik
Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh
unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu
tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi dan j asa yang
dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan
2.
PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional
Product)
PNB adalah
seluruh nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat
suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, termasuk didalamnya
barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang berada di
luar negeri.
Rumus : GNP =
GDP – Produk netto terhadap luar negeri
NNP (Net National
Product)
NNP adalah
jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu,
setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
Rumus : NNP =
GNP – Penyusutan
3.
NNI (Net National Income)
NNI adalah
jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak
tidak langsung (indirect tax)
Rumus : NNI =
NNP – Pajak tidak langsung
4.
PI (Personal Income)
PI adalah
jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke
tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran
jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
Rumus : PI = (NNI +
transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social +
Pajak perseorangan )
5.
DI (Disposible Income)
DI adalah
pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan
oleh penerimanya.
Rumus : DI = PI
– Pajak langsung
B.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
1.
Metode Produksi
Pendapatan
nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang
dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu.
Rumus : Y = [(Q1 X
P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
2.
Metode Pendapatan
Pendapatan
nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh
penerimaan (rent, wage, interest,
profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara
selama satu periode.
Rumus : Y = r +
w + i + p
3.
Metode Pengeluaran
Pendapatan
nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh
seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara
selama satu tahun.
Rumus : Y = C +
I + G + (X – M)
4.
Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
Tujuan dan
manfaat perhitungan pendapatan nasional
a.
Tujuan mempelajari pendapatan nasional untuk
mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara;
b.
Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai
barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun;
c.
Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan
program pembangunan yang berjangka;
d.
Manfaat mempelajari pendapatan nasional untuk
mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara;
e.
Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari
waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi;
f.
Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar
Negara;
g.
Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
C.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Dua Sektor
Yang dimaksud dengan perekonomian dua sektor
adalah perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahaan.
Y = C + I pendekatan
AD=AS
S = I pendekatan
Suntikan = Bocoran
Keterangan:
Y : Pendapatan nasional
C : Konsumsi rumah tangga
I : Investasi pengusaha
S : Tabungan
AD : Permintaan menyeluruh
AS : Penawaran menyeluruh
Contoh soal
Dalam suatu perekonomian
(data hipotetis), diketahui besarnya konsumsi adalah C = 40 + 0,8Y dan
investasinya otonom yaitu I = 80. Atas dasar
data ini pendapatan nasional keseimbangannya (YE) adalah:
Y = C + I
Y = 40 + 0,8Y + 80
Y – 0,8
Y = 120- 0,2
Y = 120 Y =
= 600 selanjutnya dicocokkan dengan pendekatan S = I, yaitu
-40 + 0,2Y = 80
0,2Y = 80 + 40
Y
= = 600
Y = 600 dimasukkan dalam
persamaan 6.3 dan 6.4 untuk menentukan nilai konsumsi dan saving, yaitu:
C = 40 + 0,8Y
= 40 + 0,8 (600)
= 520
S = -40 + 0,2Y
= -40 + 0,2 (600)
= 116
D.
Keseimbangan Pendapatan Nasional Tiga Sektor
Perekonomian
tiga sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor-sektor yang berikut:
rumah tangga, perusahaan dan pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis
perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh
pemerintah ke atas kegiatan dalam suatu perekonomian.66 Rumah tangga berarti konsumsi (C),
perusahaan adalah Investasi (I) dan pemerintah adalah campur tangan pemerintah
(G) yang meliputi: pengeluaran pemerintah, subsidi, pajak, transfer
payment, dan lain-lain. Secara matematis:
Y = C + I + G pendekatan AD=AS
S + Tx = I + G pendekatan Suntikan =
Bocoran
Pada kasus perekonomian
tiga sektor, Y = Yd67 jika belum ada pajak, jika ada pajak maka Y Yd karena
Yd = Y-Tx
Keterangan:
Y : Pendapatan nasional
C : Konsumsi rumah tangga
I : Investasi pengusaha
G : Pengeluaran pemerintah
S : Tabungan
AD : Permintaan menyeluruh
AS : Penawaran
menyeluruh
Tx : Penerimaan pajak
Contoh 2: perhatikan data pada contoh 1 (data
hipotetis) dan pengeluaran pemerintah sebesar 60 satuan unit uang, pajaknya
otonom sebesar 15 satuan unit uang. Atas dasar data ini
pendapatan nasional keseimbangannya (YE) adalah:
Y = C + I + G
Y = 40 + 0,8Yd + 80 + 60
Y = 180 + 0,8 (Y-15)
Y = 180 + 0,8Y – 12
Y – 0,8Y = 168
0,2Y = 168 sehingga Y = 840 selanjutnya dicocokkan dengan pendekatan S + Tx = I + G, yaitu:
S + Tx = I + G
-40 + 0,2 (Y-15) + 15 =
80 + 60
-40 + 0,2Y – 3 + 15 = 140
0,2Y = 140 + 40 + 3 – 15
0,2Y = 168
Y = 840
Y = 840 dimasukkan dalam
persamaan 6.6 dan 6.7 untuk menentukan nilai konsumsi dan saving karena tidak
bersifat otonom tetapi bersifat terpengaruh oleh Y. Silahkan dikerjakan!
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Produk
nasional kotor (gross national product-GNP), adalah nilai barang dan
jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu
tahun) yang diukur dengan satuan uang. Perhitungan produk nasional kotor dengan
menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu
negara tersebut ditambah dengan penduduk negara tersebut yang berada di luar
negeri (misalnya, untuk kasus di Indonesia, apa yang dihasilkan oleh penduduk
Indonesia yang berada dalam wilayah Indonesia ditambah dengan apa yang
dihasilkan oleh warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri).
Produk domestik kotor (gross
domestic product-GDP), adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga
negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di negara
yang bersangkutan.
DAFTAR
PUSTAKA

Comments
Post a Comment