makalah politik di indonesia terlengkap
MAKALAH
POLITIK
Disusun Oleh Kelompok
6:
Nama : Indar Yunia Sari
Munaroh
Siti Fatimah
Sofia Herda Lena
Ratu Fitriah
Kelas : XI IPS3
Pelajaran : Ekonomi

SMA N 1 KEDONDONG
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Makalah ini dapat kami selesaikan
dengan baik dan atas kehendak-Nya semua proses pembuatan Makalah ini dapat
berjalan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan
ini kami tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu
proses pembuatan Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih
kepada teman-teman yang telah ikut memberikan motivasi dan doa sehinga
kami terus berusaha pantang menyerah dan terus bersemangat dalam menghadapi
rintangan yang menghalangi penulisan
karya ilmiah ini.
Makalah yang
berjudul “Politik“ ini mebahas
tentang pengertian politik, macam-macam politik. kami menyadari bahwa Makalah
ini belum sempurna. Untuk itu dengan senang hati penulis menerima kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan penelitian ini untuk ke depan.
Kedondong,
22 Oktober 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian politik ...................................................................
B.
Fungsi politik .........................................................................
C.
Contoh politik ........................................................................
D.
Terbentuknya politik ..............................................................
E.
Bentuk-bentuk politik ............................................................
F.
Macam-macam politik ...........................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA
.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang berkedaulatan dan merdeka. Bangsa yang merdeka
tentunya akan mengatur urusan dalam negerinya sendiri. Sejak peristiwa
proklamasi di tahun 1945, terjadi perubahan yang sangat mendasar dari negara
Indonesia, terutama tentang kedaulatan dan sistem pemerintahan dan politik .
Pada
awal masa kemerdekaan, kondisi politik Indonesia belum sepenuhnya baik. Kondisi
indonesia masih morat-marit dan tidak stabil. Namun, setelah beberapa tahun
berlalu kondisi internal Indonesia sudah mulai teratur dan membaik. Selangkah
demi selangkah Indonesia mulai membenahi dan mengatur sistem pemerintahannya
sendiri.
Pada saat terjadi perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, banyak negara yang terpengaruh oleh kedigdayaan kedua negara tersebut. Kedua negara tersebut saling berlomba ntuk menunjukkan kepada dunia siapa yang lebih hebat. Untuk melancarkan usaha mereka tersebut, mereka banyak meletakkan pengaruh di beberapa negara dunia sehingga negara-negara tersebut akan mendukung usaha dan tindak tanduk mereka. Mereka saling berlomba dalam segala hal, mereka berlomba untuk mendapatkan simpati dan empati serta bantuan dari negara-negara di dunia. Oleh karenanya banyak negara-negara di dunia yang menjadi pengikut mereka.
Pada saat itu dunia di bagi dalam dua kelompok, blok barat dan blok timur. Akan tetapi, bangsa Indonesia tidak terpengaruh oleh keadaan yang terjadi. Indonesia dan beberapa negara lainnya berkoordinasi dan membentuk sebuah kelompok yang tidak memihak salah satu dari kedua blok tersebut, kelompok tersebut dikenal dengan gerakan negara-negara non-blok. Pada saat itu Indonesia menganut politik bebas aktif yang berarti tidak terikat dengan salah satu kelompok yang ada pada saat itu, dan aktif yang berarti aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mengembangkan kerja sama antar negara-negara di dunia di segala bidang. Selain itu Indonesia juga menetapkan strategi nasional untuk mengembangkan negara dan menjaga keutuhan negara.
Pada saat terjadi perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, banyak negara yang terpengaruh oleh kedigdayaan kedua negara tersebut. Kedua negara tersebut saling berlomba ntuk menunjukkan kepada dunia siapa yang lebih hebat. Untuk melancarkan usaha mereka tersebut, mereka banyak meletakkan pengaruh di beberapa negara dunia sehingga negara-negara tersebut akan mendukung usaha dan tindak tanduk mereka. Mereka saling berlomba dalam segala hal, mereka berlomba untuk mendapatkan simpati dan empati serta bantuan dari negara-negara di dunia. Oleh karenanya banyak negara-negara di dunia yang menjadi pengikut mereka.
Pada saat itu dunia di bagi dalam dua kelompok, blok barat dan blok timur. Akan tetapi, bangsa Indonesia tidak terpengaruh oleh keadaan yang terjadi. Indonesia dan beberapa negara lainnya berkoordinasi dan membentuk sebuah kelompok yang tidak memihak salah satu dari kedua blok tersebut, kelompok tersebut dikenal dengan gerakan negara-negara non-blok. Pada saat itu Indonesia menganut politik bebas aktif yang berarti tidak terikat dengan salah satu kelompok yang ada pada saat itu, dan aktif yang berarti aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mengembangkan kerja sama antar negara-negara di dunia di segala bidang. Selain itu Indonesia juga menetapkan strategi nasional untuk mengembangkan negara dan menjaga keutuhan negara.
Saat
ini banyak pemuda Indonesia yang tidak mengerti akan makna politik bebas aktif
yang di anut oleh Indonesia, dan tidak sedikit di antara mereka yang salah
mengartikan makna politik bebas aktif tersebut. Oleh karena itu, kiranya kami
perlu untuk membahas tentang politik dan strategi bangsa Indonesia. Kami akan
coba untuk membahas hal tersebut dalam makalah kami yang kami beri judul
“Politik Dan Strategi Nasional”.
B.
Rumusan
Masalah
1. Pengertian
politik
2. Fungsi
politik
3. Contoh
politik
4. Terbentuknya
politik
5. Bentuk-bentuk
politik
6. Macam-macam
politik
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Politik dan Strategi Nasional
Perkataan
politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan
masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia
berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti
yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan
beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu:
Dalam
arti kepentingan umum (politics), Politik dalam arti kepentingan umum atau
segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara
di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah
suatu rangkaian azas/prinsip keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan
digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki
disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai
keadaan yang kita inginkan.
Dalam
arti kebijaksanaan (Policy), Politik adalah penggunaan
pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin
terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita
kehendaki.
B.
Fungsi Partai Politik
Fungsi
parpol sebagai sarana:
1.
Parpol
sebagai saran komunikasi politik
Komunikai
politik adalah proses penyampaian informasi politikdari
pemerintah kepada masayarakatdan sebaliknya dari masyarakat kepada pemerintah.
Parpol disini berfungsi untuk menyerap, menghimpun (mengolah, dan menyalurkan
aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan an menetapakan suatu kebijakan.
Contoh: misal
dilingkungan sekolah, OSIS itu ibarat Parpol. Jika ada aspirasi ataupun masalah
yang dituntut siswa, misanya perbaikan fasilitas sekolah. Pada saat itu terjadi
interaksi antara siswa dan OSIS menmbahas mengenai kurangnya fasilitas sekolah.
Selanjutnya OSIS menyampaikan aspirasi/tuntutan siswa tadi kepada pihak
sekolah. Interkasi antara siswa(masyarakat), OSIS (parpol) dan pihak sekolah
(pemerintah), merupakan suatu komunikasi. OSIS sebgai suatu sarana komunikasi
antara pihak siswa dan pihak sekolah. Dalam kehidupan politik suatu negara
contoh tadi dapat diibaratkan para siswa itu masyarakat, OSIS itu Parpol, dan
pehak sekolah itu Pemerintah.
2.
Parpol
sebagai sarana sosialisasi politik
Sosialisasi
politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi
politik mengenai suatu fenomena politik yang sedang dialami suatu negara.
Proses ini disampaikan melalui pendidikan politik. Sosialisai yang dilakukan
oleh parpol kepada masyarakat berupa pengenalan program-program dari partai
tersebut. Dengan demikian , diharapkan pada masyarakat dapat memilih
parpol tersebut pada pemilihan umum.
Contoh:
penyampaian program politik parpol pada acara kampanye menjelang pemilu. Hal
tersebut merupakan salah satu fungsi papol sebagai sarana sarana sosialisasi
politik.
3.
Parpol
sebagai sarana rekrutmen politik
Rekrutmen
politik adalah proses seleksi dan pengangkatan seseorang
atau kelompok untuk melaksanakan sejumlah peran dalam istem politik ataupun
pemerintahan. Atau dapat dikatakan proses seleksi dan pengangkatan seseorang
atau kelompok untuk menduduki suatu jabatan ataupun beberapa jabatan
politik ataupun mewakili parpol itu dalam suatu bidang. Rekrutmen politik
gunanya untuk mencari otang yang berbakat aatupun berkompeten untuk aktif dalam
kegiatan politik.
Contoh: misal
seperti pada contoh komuikasi politik tadi, dilingkungan sekolah. OSIS akan
mengganti ketua dan anggotanya karena masa jabatannya sudah habis. Nah proses
OSIS tersubut dalam mencari ketua dan anggota OSIS baru merupakan suatu proses
rekrutmen. Entah itu melalui penujukan dan penyeleksian ataupun melalui
pemilihan. Sama hal nya dengan Papol, parpol akan mencari, menyeleksi, dan
mengangkat suatu anggota baru untuk menduduki suatu jabatan partai atau di pemerintahan,
ataupun untuk mewakili dalam pemilu.
4.
Parpol
sebagai saran pengatur konflik
Pengatur
konflik adalah mengendalikan suatu konflik (dalam hal
ini adanya perbedaan pendapat atau pertikaian fisik) mengenai suatu kebijakan
yang dilakukan pemerintah. Pengendalian konflik ini dilakuakan dengan cara
dialog, menampung dan selanjutnya membawa permasalahan tersebut kepada badan
perwakilan rakyat(DPR/DPRD/Camat)untuk mendapatkan keputusan politik mengenai
permasalahan tadi.
Contoh: di
dalam masyarakat terjadi masalah mengenai naiknya harga BBM yang dilakukan oleh
pemerintah. Banyak terjadi demo menentang kebijakan tersebut. Dalam kasus ini
parpol sebagai salah satu perwakilan dalam masyarakat di badan pewakilan rakyat
(DPR/DPRD), mengadakan dialog bersama masyarakat mengenai kenaikan harga BBM
tersebut. Parpol dalam hal ini berfungsi sebagai mengendalikan
konflik dengan cara menyampaikan kepada pemerintah guna mendapatkan suatu
putusan yang bijak mengenai kenaikan harga BBM tersebut.
C.
Contoh Politik
"MPR bisa memberi contoh dan warna pada DPR karena proses politik
yang berjalan tidak perlu kaku dan bisa diselesaikan dengan komunikasi,"
kata Surya Paloh saat menerima kunjungan pimpinan MPR
di Kantor Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (18/10).
Dia menilai komunikasi politik yang dilakukan
pimpinan MPR bisa
mengurangi tensi politik yang terjadi di kalangan elit politik. Menurut dia,
institusi MPR merupakan benteng terakhir bangsa Indonesia yang masih menghargai
dan memberikan ruang bagi masyarakat. "Ada
catatan bagus yang dilakukan MPR ini bisa membuat suasana politik mencair dan
adem serta indeks saham langsung naik," ujarnya.
D.
Sejarah
Terbentuknya Politik
12 partai politik (parpol) nasional dan 3 partai lokal di
Aceh saling beradu strategi untuk meraih simpati rakyat agar dipilih pada saat
pelaksanaan Pemilu pada 9 April mendatang.
Berbagai janji manis pun dilontarkan parpol
semata-mata demi meraih kekuasaan di negeri khatulistiwa. Dalam negara moderen,
parpol merupakan sarana bagi warga negara untuk turut serta atau berpartisipasi
dalam proses pengelolaan negara. Lantas
apakah yang dimaksud dengan parpol itu? Sigmund Neumann dalam bukunya 'Modern
Political Parties' mengemukakan definisinya sebagai berikut; "Partai politik adalah organisasi dari
aktivis-aktivis politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan
serta merebut dukungan rakyat melalui persaingan dengan suatu golongan atau
golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda."
Sementara
itu, Giovanni Sartori dalam karyanya 'Parties and Party Systems' mendefinisikan
"Partai politik adalah suatu kelompok politik yang mengikuti pemilihan
umum dan melalui pemilihan umum itu mampu menempatkan calon-calonnya untuk
menempati jabatan-jabatan publik." Di
Indonesia, sejarah diizinkannya pembentukan partai politik tak bisa dilepaskan
dari sosok Mohammad Hatta. Seperti dikutip dari buku 'Demi Bangsaku:
Pertentangan Soekarno vs Hatta' Karya Wawan Tunggul Alam, Bung
Hatta menandatangani
Maklmumat Presiden 3 November 1945 sendiri tanpa Bung Karno. Padahal saat itu
posisi Hatta adalah Wapres.
Maklumat
itu merupakan anjuran dan pemberian izin pembentukan partai politik di tanah
air. Dalam maklumat itu ditegaskan pemerintah menyukai munculnya parpol agar
dapat dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran yang ada di masyarakat.
Selain itu, pemerintah berharap agar parpol
telah tersusun sebelum dilangsungkan pemilihan anggota Badan-badan Perwakilan
Rakyat pada Januari 1946. Saat itu, pemerintah berencana menggelar Pemilu pada
awal 1946. Maklumat itu sebagai awal
dibukanya keran demokrasi di tanah air. Akibat dari putusan itu, parpol subur
bermunculan. Bahkan, hingga Mei 1946 tercatat tak kurang ada 137 parpol yang
berdiri.
Putusan
Hatta mengizinkan pembentukan parpol itu menuai pujian sekaligus kritikan.
Salah satunya dari Tan Malaka. Sang Patjar Merah Indonesia tak setuju atas keputusan Hatta
mengizinkan pembentukan parpol. Seperti dikutip dari buku 'Tan Malaka, Gerakan
Kiri dan Revolusi Indonesia' Karya Harry Poeze, Tan Malaka berpandangan, di
saat kondisi Indonesia baru merdeka, persatuan dan kesatuan bangsa merupakan
hal utama yang harus dipikirkan. Dengan diberi izin, parpol akan subur bermunculan.
Perpecahan antar anak bangsa bisa saja terjadi akibat politik. Padahal saat itu
pihak Sekutu akan mendarat di Indonesia dan tentunya akan 'dibonceng' oleh
Belanda yang masih ingin berkuasa di Indonesia.
Benar
saja, maraknya parpol, barisan dan badan membuat kondisi saat itu seperti
terkotak-kotak. Masing-masing parpol memiliki kepentingan politik untuk
mencapai tujuannya. Padahal di saat yang sama Belanda masih ingin kembali
mencengkeram dan berkuasa di Indonesia. Singkat
cerita, rencana pemerintah untuk menggelar Pemilu pada awal 1946 pun gagal.
Penyebabnya, konsentrasi bangsa Indonesia terfokus pada perjuangan
mempertahankan kemerdekaan akibat kedatangan pasukan militer Sekutu dan
Belanda. Pemilu pertama kemudian baru berhasil digelar pada 1955 dengan diikuti
29 partai politik.
E.
Bentuk-bentuk Politik
Bentuk perekrutan politik yang paling tertua adalah penyortiran atau
penarikan undian. Cara ini dilakukan untuk mencegah dominasi jabatan dari
posisi-posisi berkuasa oleh orang atau kelompok individu tertentu. Bentuk ini
hamper sama dengan yang disebut rotasi yang bergilir. Selanjutnya terdapat dua
cara khusus dalam system perekrutan politik yaitu: seleksi pemilihan melalui
ujian khusus serta latihan.
Bentuk
perekrutan yang lain adalah perebutan kekuasaan dengan jalan menggunakan
kekuasaan. Penggulinganrezim politik yang meliputi diantaranya revolusi,
intervensi militer dari luar, pembunuhan atau kerusuhan rakyat serta coup
detat. Salah satu bentuk lain lagi adalah Ko-opsi (co-option), yaitu
pemilihan anggota-anggota baru atau pemilihan seorang ke dalam suatu badan oleh
anggota-anggota yang telah ada.
Rekrutmen
politik setiap partai politik memiliki pola rekrutmen yang berbeda. Pola perekrutan
anggota partai disesuaikan dengan sistem politik yang dianutnya. Di Indonesia,
perekrutan politik berlangsung melalui pemilu setelah setiap calon peserta yang
diusulkan oleh partainya diseleksi secara ketat oleh suatu badan resmi. Seleksi
ini dimulai dari seleksi administratif, penelitian khusus (litsus) yaitu
menyangkut kesetiaan pada ideologi negara. Dalam perekrutan politik anggota
kelompok yang direkrut adalah yang memiliki suatu kemampuan atau bakat
yang sangat dibutuhkan untuk suatu jabatan politik. Setiap partai juga memiliki
pola rekrutmen yang berbeda.
F.
Macam-macam
politik
Menurut Carter dan Hez, sistem politik dibedakan menjadi dua macam, yaitu
sebagai berikut : apabila pihak yang memerintah dan ruang lingkup
jangkauan kewenangan beberapa orang atau kelompok kecil orang, maka sistem
politik ini disebut pemerintahan dari atas. Atau lebih tegas lagi oligarki,
otoriter, atau aristokrasi.
Apabila pihak yang
memerintah terdiri atas banyak orang, maka sistem politik ini disebut demokrasi.
selain itu, jika kewenangan pemerintah pada prinsipnya mencakup segala sesuatu
yang ada dalam masyarakat, maka rezim itu disebut totaliter. begitu pula
pemerintahan yang memiliki kewenangan terbatas dan membiarkan beberapa atau
sebagian besar kehidupan bermasyarakat mengatur diri sendiri tanpa campur
tangan dari pemerintah tetapi kehidupan masyarakatnya dijamin dengan tata hukum
yang telah disepakati bersama. rezim ini disebut liberal.
Kedua sistem tersebut
menyangkut hubungan kekuasaan, yaitu siapa yang menjadi pemegang kekuasaan dan
bagaimana hasil penggunan kekuasaan itu. hal itu digunakan untuk membedakan
sistem politik yang mencakup beberapa faktor. misalnya, kebaikan bersama,
pemersatu atau identitas bersama, hubungan kekuasaan, prinsip legitimasi
kewenangan , dan hubungan politik dengan ekonomi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Politik
(Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip keadaan serta
jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau
suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang
akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
Dalam arti kebijaksanaan (Policy),
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap
lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang
kita kehendaki.
DAFTAR PUSTAKA
http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/07/pengertian-tujuan-dan-fungsi-partai.html
Comments
Post a Comment