makalah tentang pencemaran udara di indonesia

MAKALAH
PENCEMARAN UDARA


Disusun oleh           :
Nama                       : Elan Marta Atika
Feby Indri Liana
Arma Siska Lestari
Dendi Yusrol Ula
M. Khairul Muzanni

Kelas                        : XI. IPS3
Bidang Study          : Geografi




MADRASAH ALIYAH NEGERI I KEDONDONG
KEC. KEDONDONG KAB. PESAWARAN
TP. 2013/2014

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kami dapat menyelesaikan karya tulis ini. Penyusunan karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas geografi tentang polusi udara di tanggerang. Selain itu tujuan dari penyusunan karya tulis ini juga untuk menambah wawasan tentang masalah polusi udara dan dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Akhirnya kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.



Kedondong,   Januari 2014
       Penyusun














DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. iii

BAB I        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang ...................................................................... 1
B.       Rumusan Masalah .................................................................. 1
C.       Tujuan .................................................................................... 2
D.      Kegunaan ............................................................................... 2
E.       Ruang Lingkup ...................................................................... 2

BAB II       PEMBAHASAN
A.      Penyebab Pencemaran Udara ................................................ 3
B.       Akibat Pencemaran Udara ..................................................... 4
C.       Cara Mencegah Pencemaran Udara ....................................... 5
D.      Cara Penanggulangan Pencemaran Udara  ............................ 5
         
BAB III     PENUTUP
A.      Kesimpulan............................................................................. 8
B.       Saran ...................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 9









 BAB 1
PENDAHULUAN
                                                           
A.           Latar Belakang
          Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Atau dalam kata lain dapat diartikan sebagai perusakan terhadap udara karena disebabkan oleh berbagai sumber yang dapat merusak bagi kesahatan makhluk hidup maupun benda mati. Pencemaran udara dapat bersumber dari berbagai macam, antara lain : asap kendaraan bermotor, asap pabrik, limbah indutri, limbah rumah tangga dan lain-lain.
          Pencemaran udara pada saat ini sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan, karena didukung oleh perkembangan dunia industri, banyaknya manusia yang tinggal didunia ini dapat menjadikan pencemaran udara semakin meningkat. Terlebih-lebih di Indonesia, pencemaran udara di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, pencemaran asap kendaraan bermotor menjadi sumber yang paling utama pencemaran udara di Indonesia, jumlah kendaraan bermotor yang tidak seimbang dengan jumlah pepohonan yang ada di Indonesia mejadi salah satu penghambat terjadinya pertukaran udara di Indonesia, sifat konsumtif masyarakat Indonesia menjadikan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia menjadi banyak dan dapat dipastikan mejadikan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tingginya pencemaran udara di Indonesia. Illegal logging menjadi salah satu hal yang sangat perngaruh terhadap pencemaran udara di Indonesia, kasus illegal logging yang meningkat dan juga kurangnya lahan diperkotaan menjadi sumber utama masalah udara di Indonesia.
          Efek dari pencemrana udara juga sudah dapat dirasakan pada saat ini, banyaknya penyakit yang bersumber dari udara, peningkatan jumlah pengidap ispa dan juga bertambahnya jumlah orang yang tua sebelum waktunya menjadi efek negatif dari pencemaran udara. Udara yang kurang baik dapat menjadi salah satu efek pencemaran udara dan menjadikan bumi kita semakin rusak oleh tangan-tangan orang yang jahil, yang ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa memikirkan apa yang terjadi oleh perbuatannya.

B.            Rumusan Masalah
1.    Apa penyebab Pencemaran udara ?
2.    Apa saja dampak negative pencemaran udara ?
3.    Bagaimana cara mengatasi pencemaran udara ?

C.           Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah :
1.    Untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran udara
2.    Untuk mengetahui dampak negatif pencemaran udara
3.    Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran udara

D.           Kegunaan
1.    Untuk menyelesaikan tugas geografi
2.    Untuk menambah wawasan
3.    Cara mengantisipasi pencemaran udara

E.            Ruang lingkup
Pencemaran udara di tanggerang







BAB II
PEMBAHASAN

A.           Penyebab Pencemaran Udara
Faktor alam:
1.    Gunung Meletus
2.    Kebakaran hutan

Faktor manusia:
1.    Diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
a.    Kecepatan kendaraan.
Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata rendah akan   menyebabkan pengingkatan konsentrasi terutama partikel karbon dioksida dan Hidrokarbon yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan daripada dengan kecepatan tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak emisi gas buang yang mengandung nitrogen oksid (NOx)
b.    Usia kendaraan yang lama
Mesin kurang berfungsi/sempurna akibat pemeliharaan dan suku cadang kendaraan yang terbatas/tidak diproduksi lagi
c.    Kondisi lalu lintas
Volume lalu lintas yang cenderung tinggi memberikan andil terbesar pencemaran udara

2.    Kondisi atmosfir
Perubahan iklim atmosfir seperti menimbulkan panas global, efek rumah kaca, dll
3.    Berasal dari industri / pabrik yang menggunakan bahan bakar minyak bumi / batu bara.
4.    Pendingin yang menggunakan bahan CFC (chloro fluoro carbon) / Freon
B.            Akibat Pencemaran Udara
Oleh Industri dan kendaraan bermotor :
Dampak Negatif :
·      Menimbulkan hujan asam (penyebabnya sulfur dioksida dan nitrogen dioksida yang bergabung dengan uap air di udara).
·      Kerusakan pada bangunan terutama yang terbuat dari bahan logam/besi.
·      Rusaknya berbagai macam tumbuhan.
·      Gangguan pada sistem pernapasan manusia, kanker paru-paru, asma dll).
·      Pemanasan global ( global warming).
·      menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
·      menyebabkan penyakit pernapasan kronis seperti bronchitis kronis, emfiesma paru, asma bronchial dan bahkan kanker paru-paru.
·      Kadar timbal yang tinggi di udara dapat mengganggu pembentukan sel darah merah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti anemia, kerusakan ginjal dan lain-lain
·      Berkurangnya penyediaan oksigen ke seluruh tubuh akan membuat sesak napas dan dapat menyebabkan kematian.
·      Menghambat fotosintesis tumbuhan
·      Meningkatkan efek rumah kaca
·      Kerusakan lapisan ozon

Dampak Positif
Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.



C.           Cara - cara Pencegahan Pencemaran Udara
Untuk Industri :
1.    Melakukan pengolahan asap sebelum dilepas ke udara, misalnya dengan memasang saringan atau bahan penyerap polutan contohnya cottrell yang berfungsi untuk menyerap debu.
2.    Membangun cerobong asap yang cukup tinggi hingga asap dapat menembus lapisan inverse thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di ats kota atau di atas daerah pemukiman.
3.    Memilih lokasi pabrik dan industri yang jauh dari keramaian dan pada tanah yang kurang produktif.

Untuk kendaraan bermotor :
1.    Memilih sistem transformasi yang efisien dan tidak menimbulkan banyak polutan. Misalnya menggunakan bensin tanpa timbal, menciptakan mesin mobil yang hemat bensin atau mengurangi angkutan pribadi dan menambah angkutan umum.
2.    Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan dengan "polisi tidur" justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan memperlambat laju
3.    Mendorong terlaksananya peraturan pencegahan pencemaran serta pelaksanaan sanksi bagi para pelanggr aturan.

D.           Cara Penanggulangan Pencemaran Udara ( solusi )
Untuk Industri :
Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang banyak mengeluarkan asap serta gas-gass polutan lainnya, serta menggagalkan pemakaian bahan bakar yang tidak mencemarkan lingkungan.
1.    Penanaman pohon
2.    Untuk kendaraan bermotor :
Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.
Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi udara. Menggalakan penanaman pohon. Mempertahankan paru-paru kota dengan memperluas pertamanan dan penanaman berbagai jenis pohon sebagai penangkal pencemaran. Sebab tumbuhan akan menyerap hasil pencemaran udara (karbon dioksida) dan melepaskan oksigen sehingga menghisap polutan dan mengurangi polutan dengan kehadiran oksigen.

3.    Alternatif Bahan Bakar
Alternatif mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan menggunakan energi sinar matahari dan juga minyak-minyak sayuran (nabati). Antara lain dengan menggunakan:
a.    Minyak kelapa sawit Ternyata sumber hidrokarbon bisa didapat dalam minyak    kelapa sawit atau biji-bijian yang lain.Padanya terdapat struktur trigliserida yang serupa dengan hidrokarbon minyak bumi, yang memungkinkan digunakan untuk mensubstitusi minyak bumi. Peran teknologi katalis sangat vital pada tahap ini karena mengubah struktur trigliserida menjadi produk yang saat ini disuplai oleh minyak bumi memerlukan katalis yang tepat. Turunan gliserida yang dapat menggantikan bahan yang disuplai dari minyak bumi ialah bahan baker (solar dan bensin) dan bahan baku petrokimia.
b.    Tumbuhan jarak
c.    Kedelai. Sekelompok peneliti dari Universitas Tasmania, Australia, mengklaim telah berhasil menciptakan sebuah mesin yang dapat digerakkan dengan bahan bakar diesel bercampur hidrogen. Menurut para penciptanya, jika 30 % hidrogen ditambahkan ke dalam mesin pembakaran, hasilnya adalah pengurangan sekitar 70 % karbon dioksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon.
Selain itu, ada lima dasar dalam mencegah atau memperbaiki pencemaran udara berbentuk gas (Dr.drh. Mangku Sitepoe 1997)
a.    Absorbsi. Melakukan solven yang baik untuk memisahkan polutan gas dengan    konsentrasi yang cukup tinggi. Biasanya absorbennya air, tetapi kadang-kadang dapat juga tidak menggunakan air (dry absorben).
b.    Adsorbsi. Mempergunakan kekuatan tarik-menarik antara molekul polutan dan zat adsorben. Dalam proses adsorbsi dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan. Berbagai tipe adsorben antara lain karbon aktif dan silikat.
c.    Kondensasi. Dengan kondensasi dimaksudkan agar polutan gas diarahkan mencapai titik kondensasi, terutama dikerjakan pada polutan gas yang bertitik kondensasi tinggi dan penguapan yang rendah (hidrokarbon dan gas organik lain).
d.   Pembakaran. Mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat di dalam polutan. Hasil pembakaran berupa karbon dioksida dan air. Adapun proses pemisahannya secara fisik dikerjakan bersama-sama dengan proses pembakaran secara kimia.
e.    Reaksi kimia. Banyak dipergunakan pada emisi golongan nitrogen dan belerang. Membersihkan gas golongan nitrogen, caranya dengan diinjeksikan amoniak yang akan bereaksi kimia dengan nitrogen oksida dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk menjernihkan golongan belerang dipergunakan copper oksid atau kapur dicampur arang.

BAB IV
PENUTUP

A.           Kesimpulan
          Secara umum pencemaran udara diartikan sebagai udara yang mengandung satu atau beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi sehingga menganganggu manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain dalam lingkungan. Berdasarkan proses terjadinya terdapat dua tipe utama pencemaran udara yaitu polutan primer dan polutan sekunder.


B.            Saran
1.    Agar pemerintah dan masyarakat lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya.
2.    Para pemilik pabrik agar lebih memperhatikan limbahnya masing-masing supaya tidak mengakibatkan pencemaran terutama pencemaran udara.
3.    Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari–hari dalam menjaga kelestarian tanah beserta penyusun yang ada di dalamnya.

                                          







DAFTAR PUSTAKA


Comments

Popular posts from this blog

makalah dasar-dasar komputer

kliping tentang renang

Analisis cerpen juru masak karya damhuri muhammad