PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN SOSIOLOGI DALAM BERBAGAI KEHIDUPAN MASYARAKAT


MAKALAH
PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN SOSIOLOGI
DALAM BERBAGAI KEHIDUPAN MASYARAKAT


DISUSUN OLEH :
KELOMPOK
1.      Ria Apriana
2.      Wika Ma’atuz Azizah
3.      Sri Rahayu
4.      Nur’aini
5.      Hasyim Azhari        

 


MAN 1 KEDONDONG
PESAWARAN
TP: 2013/2014
KATA PENGANTAR

          Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah sosiologi tentang “Penerapan Ilmu Pengetahuan Sosiologi Dalam Berbagai Kehidupan Masyarakat”.
          Adapun makalah ilmiah sosiologi tentang “Penerapan Ilmu Pengetahuan Sosiologi Dalam Berbagai Kehidupan Masyarakat”, ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
          Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah sosiologi ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah sosiologi tentang “Penerapan Ilmu Pengetahuan Sosiologi Dalam Berbagai Kehidupan Masyarakat” ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.



Kedondong,    Februari 2013



Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................. iii

BAB I      PERAN SOSIOLOGI DALAM MENGIDENTIFIKASI REALITAS
SOSIAL BUDAYA
1.1     Metode Sosiologi.................................................................................... 1
1.1.1   Perencanaan sosial......................................................................... 1
1.1.2   Bidang Penelitian........................................................................... 2
1.1.3   Bidang Pembangunan ................................................................... 4
1.1.4   Pemecahan Masalah Sosial............................................................ 4
BAB II    KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA
2.1     Realitas Sosial Budaya............................................................................ 6
2.1.1   Masyarakat .................................................................................... 6
2.1.2   Sekelompok Manusia..................................................................... 6
BAB III   KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan............................................................................................. 11
3.2 Saran....................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 12




BAB I
PERAN SOSIOLOGI DALAM
MENGIDENTIFIKASI REALITAS SOSIAL BUDAYA

1.1         Metode Sosiologi
          Sosiologi juga dapat desebut sebagai suatu metode karena sosiologi dapat memudahkan cara kerja yang sistematis dalam melakukan penelitian sosial perencanaan sosial, maupun pemecahan sosial sehingga kita dapat mencapai tujuan  yang ditetapkan. Sebagai sebuah ilmu sosial, sosiologi mempunyai empat bidang kegunaan, yaitu :

1.1.1   Perencanaan sosial
          Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara alamiah yang bertujuan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya hambatan. Perencanaan dimaksudkan sebagai usaha preventif dalam menghadapi segala kemungkinan yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil diciptakan oleh manusia. Dalam adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, maka peradaban kehidupan manusia akan semakin maju. Berbagai kebudayaan baru sebagai dampak kemajuan akan segera muncul.
          Secara umum sosiologi mempunyai beberapa kegunaan dalam perencanaan sosial, yaitu:
1.    Sosiologi memahami kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai taraf modern, sehingga untuk menyusun dan memasyarakatkan suatu perencanaan sosial akan lebih mudah.
2.    Sosiologi memahami hubungan antara manusia dangan lingkungan alamnya, hubungan antara kelompok dengan kelompok lainnya, juga pengaruh penemuan baru terhadap perubahan masyarakatnya.
3.    Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan pada aspek objektifitas.
4.    Dengan berfikir secara sosiologis maka suatu perencanaan sosial dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat ketertinggalan dan kemajuan suatu masyarakat.
5.    Menurut pandangan sosiologis, perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat.

          Menurut Ogburn dan Nimkoff, persyaratan suatu perencanaan sosial yang efektif adalah :
1.    Adanya unsure modrn dalam masyarakat yang mencangkup suatu system ekonomi. Dalam system ini sudah digunakan uang, urbanisasi yang teratur, kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta administrasi yang baik.
2.    Adanya system pengumpulan data dan analisi yang baik
3.    Terdapatnya sikap masyarakat yang mendukung usaha-usaha perencanaan sosial tersebut
4.    Adanya pimpinan ekonomi dan politik yang berwawasan kedepan

1.1.2   Bidang Penelitian
          Sosiologi mempunyai beberapa kelebihan dalam bidang penelitian daripada ilmu-ilmu yang lain karena :
a.    memahami pola tingkah laku masyarakat
b.    Mampu mempertimbangkan berbagai fenomena sosial dalam masyarakat
c.    Memahami symbol kata dan kode serta beberapa istiah yang dipakai masyarakat sebagai objek penelitian lapangan
d.   Kehati-hatian dalam menjaga pemikiran yang rasional sehingga tidak terjebak pada pola piker yang palsu
e.    Mampu melihat kecendrungan arah perubahan masyarakat

          Metode yang digunakan dalam penelitian sosiologi antara lain :
A.  Metode statistic
Metode statistika adalah suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh atau tingkat pembeda antara satu variabel sosial terhadap ariabel yang lain. Tehnik ini sering dinamakan metode kuantitatif karena peneliti akan mendapatkan data dari responden. Dari data-data inilah selanjutnya akan diolah secara statistik untuk dijadikan dasar dalaam menarik suatu kesimpulan.
B.  Metode Percobaan (ekperimen)
Peneliti ini akan mengatur dan merekayasa bahwa pengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan (actificial) sesuai dengan tujuan penelitian. Metode ini dilakukan terhadap dua kelompok, yaitu satu kelompok experimen dan yang lain merupakan kelompok kontrol dan kemudian hasilnya dibandingkan. Untuk efektifitas hendaknya kedua kelompok itu tidak diberi tahu.
C.  Metode tindakan (action research)
Metode ini dilakukan untuk perbaikan atas suatu program yang sudah atau sedang dilakukan. Dalam hal ini peneliti juga berlaku dalam hal subjek dan objek peneliti yang diteliti. Dengan metode ini peneliti akan melihat langsung perbedaan yang terjadi.
D.  Metode induktif dan deduktif
Metode induktif adalah metode yang ditunjukan untuk mempelajari suatu geala kasus yang mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku secara umum, sedangkan metode deduktif adalah metode yang dimulai dari kaidah-kaidah yang bersifat umum untuk kemudian dipelajari dalah keadaan yang lebih khusus.
E.   Metode kausalitas
Metode ini digunakan untuk menentukan secara kongkrit variabel yang secara nyatamenjadi penyebab atau suatu gejala. Variabelnya dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel trikat. Misalnya peneliti mengenai pengaruh tayangan televisi terhadap pola konsumsi masyarakat. Variabel bebasnya adalah tayangan televisi, sedangkan variabel terikatnya adalah pola konsumsi. Dengan penelitian ini akan diperoleh suatu kesimpulan apakah tayangan televisi benar-benar berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat atau tidak.
F.   Metode study kasus
Metode ini banyak digunakan untuk meneliti kebenaran atas pristiwa-pristiwa khusus, misalnya dampak kenaikan harga BBM, dan gerakan buruh menuntuk kenaikan UMR.
G.  Metode survey lapangan
Metode ini digunakan untuk mengetahui data langsung mengenai kondisi yang ada dimasyarakat. Data dapat ddiperoleh melalui angket, wawancara, ataupun observasi baik observasi partisivasi ataupun observasi simulasi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menentukan populasi dan sampel yang akan diteliti, menyusun kuesioner, menentukan jenis pengolahan data, melakukan penelitian, pengolahan hasil penelitian, dan menarik kesimpulan.




H.  Metode partisipasi
Metode partisipasi merupakan bagian dari metode observasi. Dallam hal iniperlu terjun langsung dan berbaur dalam masyarakat yang sedang diteliti. Peneliti juga tidak boleh terlibat secara emosional dalam masyarakat yang ditelitinya, karena akan mengaburkan tujuan penelitiannya.

1.1.3   Bidang Pembangunan
          Pembangunan adalah seperangkat usaha yang terencana dan terarah untuk mengghasilkan suatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahtraan hidup manusia. Tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik material maaupun sprituil berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
          Tujuan pembangunan nasional secara umum daalam undang-undang dasar 1945 adalah:
a.    Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia
b.    Adanya perencanaan dan proses pembangunan
c.    Peningkatan produktivitas
d.   Peningkatan standar kehidupan
e.    Kesempatan yang sama untuk berpartisipasi
f.     Pengembaangan sikaap-sikap masyarakat untuk : efesiensi, kerajinan dan ketekunan, keteraturan, kesederhanaan dan kecermatan, ketelitian dan kejujuran, giat dalam usaha, kooperatif, mandiri, siap menghadapi perubahan, serta menggunakan kesempatan dengan benar.
g.    Konsolidasi nasional
h.    Kememrdekaan nasional

1.1.4   Pemecahan Masalah Sosial
          Metode-metode yang digunakkan dapat dikelompokan kedalam dua bagian, yaitu metode prrefentif, dan metode refresif. Metode prefentif leebih sulit untuk dilaksanakan karena harus didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap sebab-sebab terjadinya masalah sosial. Sedangkkan metode refresif lebih banyak digunakan karena lebih mudah untuk dilaksanakan. Artinya suatu gejala dapat dipastikan sebagai masalah sosial, baru diambil tendakan-tindakan untuk mengatasinya.
          Di dalam mengatasi masalah sosial tidaklah semata-mata mellihat dari aspek sosiologis, tetapi juga aspek lainnya, sehingga deemikian, tercipta suatu kerjasama antara ilmu penngetahuan kemasyarakatan yang pada akhirnya dapat memecahkan masalah sosial yang dihadapi (interdisipliner).





























BAB II
KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA

2.1         Realitas Sosial Budaya
            Realitas sosial budaya adalahkenyataan kenyataan sosial budaya yang ada disekkitar lingkungan masyarakat tertentu. Beberapa realitas sosial budaya yang ada disekitar kita antara lain :

2.1.1   Masyarakat
          Masyarakat bukan hanya sekkedar kelompok manusia Yang tinggal dalam suatu kawasan yang sama. Sekelompok manusia akan dikatakan masyaraakat jika :
a.    Ada sejumllah orang yang berkumpul di tempat tertentu
b.    Saling berinteraksi di dalam waktu yang realitas lama
c.    Hidung mancung lebih disukai daripada hidung pesek
d.   Bibir tipis lebih disuukai daripada bibir tebal
e.    Badan tinggi lebih disukai daripada badan pendek

2.1.2   Sekelompok Manusia
a.    Ras
Ras adalah perbedaan manusia seccara fisik yang terlihat jelas beberpa ras yang disukai di indonesia mempunyai ciri :
1.    Kulit putih/kuning lebih disukai daripada sawo matang apalagi hitam
2.    Rammbut lurus lebih disukai daripada rambut keriting
3.    Hidung mancung lebih disukai daripada hidung pesek
4.    Bibir tipis lebih dissukai daripada bibir tebal
5.    Badan tinggi lebih disukai daripada badan pendek

b.    Ras di Inoonesia
Ras-ras yang ada diindonesia dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu :
1.    Papua Malanesoid
Ciri-ciri adalah rambut keriting kecil, bibir tebal, dan kulit hitam. Ggolongan termasuk di dalamnya adalah penduduk irian (papua), kepulauan kei dan kepulauan aru.

2.    Weddoid
Kata weddoid berasal dari suku bbangsa weda di Srii Langka. Ciri-ciri adalah perawakan kecil, kulit sawo matang, dan rambut berombak. Masyarakat yang termasuk ras weddoid adalah orang sakai (siak), kubu (jambi), enggano, mentaway, toala, tokea, dan tomuna (pulau muna)
3.    Melayu mongoloid
Melayu mongoloit datang keindonesia diduga padaa jaman batu (neolitikum) atau pada jaman perunggu. Golongan ini adalah golongan terbesar yang ditemukan di indonesia dan dianggap sebagai nenek moyang bangsa indonesia. Ciri-ciri adalah rambu ikal agak lurus, dan muka agak bulat, golongan ini terbagi atas dua golongan yaitu :
a.    Golongan melayu tua (proto melayu) misalnya suku bangsa batak, taroja dan dayak.
b.    Golongan melayu muda (deutro-mmelayu), misalnbya, jawa, bali, madura dan banjar

Deyvendak masyarakat bahwa terdapat perbedaan bentuk kepala antara mellayu muda denngan melayu tua. Melayu muda berkepala pendek (brachephalia) sedangkan mellayyu tua berkepala panjang (dolichocephalia).

c.    Komposisi Penduduk yang Mendalami Suatu Wilayah
Komposisi penduduk yang mendalami suatu wilayah sangat beragam, misalnya :
1.    Satu Ras
Pada masyarakat dengan satu ras ini perkawinan yang terjadi bersifat endogamy, artinya pasangan berasal dari satu ras yang sama. Kondisi ini akan semakin kuat pada masyarakat yang terisolir
2.    Multi Ras
Pada masyarakat dengan multi ras akan terjadi perkawinan campuran (eksogami) karena pada masyarakat tersebut akan dihuni oleh berbagai ras. Perkawinan esogami ini akan menimbulkan jenis keturunan baru.
3.    Diminasi Ras
Beberapa akibat hubungan antara budaya akan menyebabkan munculnya :
a.    A+B+C=A
Kebudayaan A adalah jenis kebudayaan yang di miliki oleh tuan rumah. Sedangkan kebudayaan B dan C adalah pendatang. Akibatnya kebudayaan B dan C akan melebur di dalam kebudayaan A. proses semacam ini dinamakan akulturasi
b.    A+B+C=A
Kebudayaan A adalah jenis kebudayaan yang di miliki oleh tuan rumah. Sedangkan kebudayaan B dan C adalah pendatang. Akhirnya kebudayaan B dan C beradaptasi dengan cara mengintegrasikan diri dengan kebudayaan A. bentuk adaptasi semacam ini dinamakan asimilasi.
c.    Pola akulturasi dan pola asimilasi
Tolak ukur dari akulturasi adalah dominasi kebudayaan, sedangkan titik tolak asimilasi adalah kebudayaan tuan rumah yang bias dominan atau tidak. Misalnya, para transmigran dari pulau jawa ke suatu wilayah di pedalaman Kalimantan yang penduduknya sedikit. Maka yang berlaku adalah kebudayaan jawa meskipun berada di Kalimantan. Proses ini dinamakan akulturasi.
d.   A+B+C=D
Kebudayaan A bertemu dengan kebudayaan B dan C. kemudian ketiga kebudayaan tersebut masing-masing tidak dapat mempertahankan diri sehingga muncul kebudayaan baru, yaitu kebudayaan D. pola ini dinamakan melting pot.
e.    A+B+C=A+B+C
Masing-masing kebudayaan akan tetap berdiri sendiri karena sama-sama kuat untuk dipertahankan. Kondisi semacam ini dinamakan pluralism.

d.   Struktur dan Sistem Sosial
Sistem sosial adalah cara suatu masyarakat untuk ditata atau diatur, sedangkan struktur sosial adalahkomponem-komponem strktur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.




e.    Status dan Peran
1.    Status
Status adalah posisi seorang dalam suatu kelompok. Status sosial menunjukan kedudukan atau posisi seseorang di dalam masyarakatnya. Status di dalam masyarakat di kelompokan ke dalam tiga macam, yaitu :
a.    Ascribed status
Ascribed status yaitu setatus di peroleh secara otomatis, misalnya gelar bangsawan, kasta, jenis kelamin, golongan, umur dan ras
b.    Achieved status
Achieved status yaitu setatus yang diperoleh seseorang dengan usaha yang keras yang disengaja. Misalnya : jabatan presiden, ketua OSIS, hakim dan guru
c.    Assigned status
Assigned status yaitu setatus yang diberikan sebagai suatu penghargaan karena jasa-jasa yang telah diberikan. Misalnya gelar pahlawan
2.    Peran (role)
Peran adalah tingkah laku yang diharapkan dari seseorang dengan status yang dimilikinya. Misalnya polisi mempunyai peran untuk menjaga ketertiban masyarakat.

f.     Institusi sosial
1.    Masalah yang diatur dalam institusi sosial adalah pemenuhan kebutuhan manusia (societalneeds)
2.    Tiga komponem dalam satu institusi adalah :
a.    Kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi : sandang, pangan, papan, keindahan, keamanan, dan sebagainya
b.    Nilai dan norma
Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Sedangkan norma adalah patokan prilaku yang informal seperti sopan santun, dan formal seperti tata aturan kepegawaan dalam suatu kantor.


3.    Institusi sering disamakan dengan organisasi. Misalnya : ikatan sarjana sosial Indonesia (ISSI), PSSI, PGI, WALHI, dan Muhammadiyah

g.    Statifikasi Sosial
Statifikasi adalah penggolongan penduduk berdasarkan lapisan-lapisan yang bersifat vertical. Statifikasi dibedakan kedalam tiga bentuk yaitu :
1.    Statifikasi terbuka (open stratification)
Dalam statifikasi ini anggota masyarakat bebas dalam menentukan statusnya
2.    Statifikasi tertutup (closed stratification)
Tipe statifikasi dimana masyarakatnya tidak dapat pindah dari lapisannya
3.    Statifikasi campuran
Statifikasi campuran, yaitu statifikasi yang merupakan gabungan antara statifikasi terbuka dan statifikasi tertutup.








  











BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.    Kesimpulan
          Setiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang dari jalur yang telah ditentukan berdasarkan norma hukum yang berlaku dalam masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyimpangan perilaku ini, semata-mata didorong oleh nilai-nilai social budaya yang dianggap berfungsi sebagai pedoman berperikelakuan setiap manusia didalam hidupnya. Jadi kelakuan yang menyimpang itu akan terjadi apabila manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mementingkan suatu nilai social budaya dari pada kaidah-kaidah yang ada untuk mencapai cita-citanya. Berpudarnya pegangan orang pada kaidah-kaidah , menimbulkan keadaan yang tidak stabil dan keadaan tanpa kaidah-kaidah. Hal ini berhubungan erat dengan teori anomie Durkheim, dimana menimbulkan mentalitas menerabas yang pada hakekatnya menimbulkan sikap untuk mencapai tujuan secepatnya tanpa banyak berusaha dan berkorban dalam arti mengikuti langkah-langkah atau kaidah kaidah yang ditentukan. Berkaitan dengan teori diatas, setiap orang yang berperilaku di luar kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama, dianggap sebagai melawan kaidah tersebut atau tindakkan menerabas, yaitu melakukan jalan pintas di luar kaidah yang ada untuk mencapai tujuan dengan cepat. Munculnya perilaku menyimpang ini disebabkan oleh kaidah kaidah yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga mendorong orang untuk mengembangkan konsepsi-konsepsi abstrak yang ada dalam pikirannya untuk mencapai tujuannya atau mencari identitas diri.

3.2.    Saran
          Agar lebih meningkatkan pendidikan moral dan pendidikan formal, sehingga memiliki keseimbangan selaras dalam mengatasi persoalan yang dihadapi yang semakin komplek dan dapat mengatasi masalah social secara sikap yang terdidik dan berpegang teguh kepada aturan norma, agama, dan hokum yang berlaku.
Dapat berpikir rasional dalam menghadapi masalah yang dihadapi baik itu masalah yang menyangkut emosion feeling, harga diri, ekonomi, atau masalah lainnya.
Dapat memilih dan memilih sikap dan tingkah laku yang positip dan tidak mudah terbawa arus budaya yang tidak jelas yang berefek samping pada penjerumusan.


DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zaenal, S.H.I. Penentuan Belajar Kreatif  Sosiologi SMA :2006


Comments

Popular posts from this blog

makalah dasar-dasar komputer

kliping tentang renang

resensi novel perahu kertas