Senjata tradisional padang
MAKALAH
SENJATA
TRADISIONAL PADANG
Disusun
Oleh :
Nama : Wiliam Eka Pratama
Kelas : XI IPS3
Pelajaran : Seni Budaya
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PESAWARAN
KABUPATEN PEAWARAN
TP. 2014/2015
Segala puji
bagi Allah SWT Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan Makalah ini
dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini
disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu Pengetahuan tentang “Senjata Tradisional Padang” yang saya
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Allah SWT akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini
memuat tentang “Senjata
Tradisional Padang” yang sangat berguna untuk pengetahuan dalam bidang
komputer, khususnya pada penggunaan Makalah ini. Walaupun Makalah ini mungkin kurang
sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Semoga Makalah
ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun Makalah
ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya penulis berharap Makalah
yang sederhana ini bermanfaat. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.
Kedondong, April 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.......................................................................
1
B.
Rumusan Masalah .................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Senjata Tradisional Sumatera Barat
(Padang) ....................... 2
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan ............................................................................ 6
B.
Saran ...................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Penulisan
Ilmu Antropologi adalah salah satu
cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis
tertentu. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat
tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal di daerah yang
sama. Kelompok kami mengambil kebudayaan Padang sebagai dasar dari
penulisan makalah ini. Makalah ini dibuat dengan maksud untuk menerapkan
pelajaran Antropologi Budaya dengan kebudayaan Padang secara keseluruhan
dan juga untuk mengidentifikasikan mengenai unsur-unsur kebudayaan
masyarakatPadang.
B.
Rumusan
Masalah
1. Senjata
Tradisional Sumatera Barat (Padang)
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Senjata
Tradisional Sumatera Barat (Padang)
Senjata sejak
zaman prasejarah sangat dibutuhkan dan digunakan dalam pencapaian kelangsungan
hidup misalnya digunakan untuk berburu dan lainnya. Seiring perkembangannya
senjata banyak digunakan beberapa kumpulan orang seperti suku sebagai identitas
budaya.Tak dipungkiri pula hal tersebut berlaku di Indonesia dimana suku dan
budayanya sangat beragam karena kontur geografis Indonesia yang berupa
kepulauan sehingga akan sangat berbeda senjata tradisional yang digunakan oleh
suku di daerah yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan dengan suku yang
tinggal di daerah rendah atau pesisir. Senjata tradisional Sumatera Barat
berupa Karih, Kerambik, Rudiut, Piarit, belati, pedang panjang, panah, sumpit
dan sebagainya. Budaya keris di Indonesia merambah hingga ke seluruh propinsi, dan
salah satu keris ikoniknya adalah keris
Minangkabau.
Keris Minangkabau,
Warisan Budaya yang Harus Dipertahankan
Senjata tajam berukuran pendek yang berfungsi untuk menikam yang kita sebut keris sudah ada dalam budaya Nusantara sejak sekitar abad ke-9, jadi tidak heran jika senjata tersebut tersebar ke berbagai daerah di Indonesia dan berevolusi menjadi sejata khas masing-masing, salah satunya adalah keris Minangkabau. Karena merupakan keris khas Sumatra Barat, penampilan dan tata cara membawanya pun membawa ciri khas Minang dan berbeda dari keris Jawa yang biasa dikenal orang. Tampilan Keris Minangkabau Jika masih berada dalam sarungnya, sekilas bentuk keris Minangkabau mirip keris Jawa; pegangannya berlekuk sedikit dengan ukiran di bagian sarungnya. Akan tetapi, bisa dilihat bahwa bagian sarungnya agak sedikit menyempit di bagian atas dekat ujungnya. Selain itu, ketika dikeluarkan dari sarungnya, keris ini terlihat rata dan tidak memiliki lekukan seperti keris Jawa. Pamor (ukiran) pada bilahnya juga terhitung lebih sedikit bahkan seringkali tidak ada. Karena bentuknya rata, keris Minangkabau memang lebih terlihat seperti belati.
Senjata tajam berukuran pendek yang berfungsi untuk menikam yang kita sebut keris sudah ada dalam budaya Nusantara sejak sekitar abad ke-9, jadi tidak heran jika senjata tersebut tersebar ke berbagai daerah di Indonesia dan berevolusi menjadi sejata khas masing-masing, salah satunya adalah keris Minangkabau. Karena merupakan keris khas Sumatra Barat, penampilan dan tata cara membawanya pun membawa ciri khas Minang dan berbeda dari keris Jawa yang biasa dikenal orang. Tampilan Keris Minangkabau Jika masih berada dalam sarungnya, sekilas bentuk keris Minangkabau mirip keris Jawa; pegangannya berlekuk sedikit dengan ukiran di bagian sarungnya. Akan tetapi, bisa dilihat bahwa bagian sarungnya agak sedikit menyempit di bagian atas dekat ujungnya. Selain itu, ketika dikeluarkan dari sarungnya, keris ini terlihat rata dan tidak memiliki lekukan seperti keris Jawa. Pamor (ukiran) pada bilahnya juga terhitung lebih sedikit bahkan seringkali tidak ada. Karena bentuknya rata, keris Minangkabau memang lebih terlihat seperti belati.
Cara
membawanya pun agak berbeda; keris Minangkabau lazimnya diselipkan di bagian
depan tubuh, bukan di belakang. Hal ini dianggap wajar karena memang merupakan
cara pemakaian yang normal, berbeda dengan keris Jawa dimana jika diselipkan di
depan berarti itu tanda siap menantang musuh dan siap berkelahi. Penggunaan Keris Minangkabau Saat ini
bukan masa perang, jadi wajar jika tak semua orang memiliki keris Minangkabau.
Saat ini, keris Minangkabau yang asli biasanya hanya ada di tangan kolektor,
sementara jenis keris yang lebih sederhana biasanya dipakai dalam
pertunjukan silat. Keris Minangkabau yang
memiliki bentuk dan rincian indah mirip belati upacara biasanya diselipkan di
pinggang pengantin pria saat upacara pernikahan. Di sini, keris diselipkan di
depan, bukan di belakang. Seperti layaknya semua jenis keris di propinsi lain,
keris Minangkabau memiliki makna mendalam dalam penggunaannya. Keris adalah
simbol ksatria serta keberanian untuk bertarung, serta merupakan lambang
vitalitas dan kejantanan pria. Seperti layaknya semua jenis senjata khas
Indonesia, keris Minangkabau merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
By Rusdi Chaprian
1. Karih
(Keris)

Sejenis
senjata tradisional yang sangat terkenal di Sumatera Barat, merupakan senjata
tikam, di samping belati. Karih ini juga merupakan pelengkap pakaian adat kaum
pria, yang bentuknya kecil seperti keris tetapi tidak berlekuk. Hulunya yang
berukir agak melengkung ke bawah, sehingga lebih mudah untuk menggenggamnya.
2. Kerambit
(Kurambiak)
Kerambit adalah pisau genggam kecil
berbentuk melengkung. Kerambit merupakan jenis senjata asli Meningkabau,
Sumatera Barat. Kerambit tersebut senjata khas yang sangat berbahaya.

Kerambit
berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau
berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung
Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh
cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.
3. Ruduih
Ruduih adalah senjata tradisional
sejenis golok yang berasal dari budaya masyarakat Minang, Sumatra Barat.
Senjata ini dapat dikatakan sebagai senjata perang. Sedangkan untuk berburu
biasanya menggunakan sumpitan. Dan sejenis senjata tradisional yang paling
terkenal di Minang adalah Karih yang merupakan senjata tikam selain belati.
Keberadaan ruduih tercatat di dalam Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma,
sebagai senjata yang digunakan dalam perang Manggopoh (1908).
Di samping semua jenis senjata yang
telah disebutkan diatas, juga dikenal sejenis tombak bermata tiga yang
disebut Piarik serta Sumpitan, yang biasa dimanfaatkan untuk
berburu binatang-binatang buruan yang besar.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Senjata
tradisional Sumatera Barat berupa Karih, Kerambik, Rudiut, Piarit, belati,
pedang panjang, panah, sumpit dan sebagainya. Budaya keris di Indonesia merambah hingga ke
seluruh propinsi, dan salah satu keris ikoniknya adalah keris Minangkabau.
Keris Minangkabau,
Warisan Budaya yang Harus Dipertahankan
Senjata tajam berukuran pendek yang berfungsi untuk menikam yang kita sebut keris sudah ada dalam budaya Nusantara sejak sekitar abad ke-9, jadi tidak heran jika senjata tersebut tersebar ke berbagai daerah di Indonesia dan berevolusi menjadi sejata khas masing-masing, salah satunya adalah keris Minangkabau. Karena merupakan keris khas Sumatra Barat, penampilan dan tata cara membawanya pun membawa ciri khas Minang dan berbeda dari keris Jawa yang biasa dikenal orang.
Senjata tajam berukuran pendek yang berfungsi untuk menikam yang kita sebut keris sudah ada dalam budaya Nusantara sejak sekitar abad ke-9, jadi tidak heran jika senjata tersebut tersebar ke berbagai daerah di Indonesia dan berevolusi menjadi sejata khas masing-masing, salah satunya adalah keris Minangkabau. Karena merupakan keris khas Sumatra Barat, penampilan dan tata cara membawanya pun membawa ciri khas Minang dan berbeda dari keris Jawa yang biasa dikenal orang.
DAFTAR
PUSTAKA
![]() |

Comments
Post a Comment